Andaikata, jika tsunami itu menimpa Tarakan, dan Kaltara pada umumnya, maka wilayah di pesisir timur yang lebih dulu terdampak. Kepala Seksi Pencegahan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Budi Soenjoto mengungkap temuan sejumlah ahli yang dirumuskan dalam beberapa dokumen oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap risiko potensi tsunami setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 40 sentimeter (cm).
“Sebenarnya prediksi itu sudah disampaikan pada 2018 lalu. 2019 lalu, ditetapkan dalam kedaruratan ada 9 potensi, di antaranya gempa bumi dan tsunami. 2019, oleh BNPB bersama BPBD Tarakan menyusuan rencana kontijensi bencana (RKB), artinya skenario ketika bencana itu terjadi. Olakan-olakan di laut,” jelas Budi Soenjoto.
Penelitian sudah berjalan sebelum 2018. Dokumen penanggulangan dituangkan dalam rencana penanggulangan bencana (RPB). “Dokumen ini (RPB) diterbitkan di 2018, disusun sesuai kajian risiko bencana (KRB). Analisanya memang panjang. Para pakar dan ahli di bidangnya, mungkin dalam dekade atau 10 tahun ke belakang, mungkin sudah ada prediksi dan analisa ini,” imbuhnya.
Setelah RPB, juga disiapkan rencana kontijensi bencana (RKB). Yang terlibat dan langkah-langkah penanganan. “Lebih diperdalam isi dokumen, sesuai informasi BMKG, potensi tsunami di Tarakan memang mengarah dari timur ke barat. Artinya secara potensi atau besarnya potensi yang paling terjangkau awal di timur,” jelasnya.
“Perlu digarisbawahi, data yang dianalisa ini, bahwa ketinggian yang menimpa pesisir Tarakan, maksimal genangan 40 sentimeter saja. Ini prediksi, ini akumulasi goncangan patahan di dalam bumi. Ketika olakan itu terjadi, baik dari timur maupun barat laut, ibaratnya bertumbukan. Muncul olakan di permukaan, akan menerpa pula-pulau di sekitarnya. Yang diterpa paling tinggi di kawasan timur. Sementara kecepatan alirnya tak secara sporadis yang kita bayangkan, atau tidak seperti yang pernah terjadi di Aceh, Palu atau Lombok, prediksinya landai, di bawah 30 km per jam,” tambahnya. (radartarakan)
Editor : izak-Indra Zakaria