TANJUNG SELOR - Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) tahap I melalui Kantor Pos Cabang Tanjung Selor persentasenya saat ini baru mencapai 83,26 persen.
Demikian dikatakan Kepala Kantor Pos Cabang Tanjung Selor, Faqih Rudi Marjatmo dalam wawancaranya kepada Radar Kaltara, Rabu (3/6). Capaian persentase itu sendiri pun menurutnya sudah cukup baik. Pasalnya, melihat geografis yang ada di wilayah ini. Di mana cukup sulit untuk mencapai akan persentase tersebut.
“Ya, tahu sendiri bagaimana gerografis di Kabupaten Bulungan ini. Dengan 10 kecamatannya. Yang beberapa di antaranya cukup sulit dijangkau," katanya.
Namun, dengan keterbatasan yang ada sejauh ini. Proses penyaluran itu pun dapat dilakukan secara tersistematis. Baik melalui loket, komunitas ataupun door to door. “Perlu diketahui, alokasi penerima BST di Bulungan ini. Yaitu sebanyak 6.232 keluarga penerima manfaat (KPM). Nah, sampai saat ini tersalurkan 5.189 KPM," sebutnya. “Artinya, tinggal menyisakan 1.043 KPM lagi yang sampai saat ini terus beproses di lapangan dalam proses penyalurannya," sambungnya.
Disinggung mengenai apa kendala yang dihadapi, pria yang akrab disapa Faqih ini menjelaskan bahwa seperti pernyataan di awal tadi mengenai geografis wilayah. Kemudian, terbatasnya jumlah Kantor Pos di daerah ini yang hanya ada 4 di kecamatan. Sehingga 6 kecamatan lainnya harus berjibaku. “Ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 ini. Maka, penyaluran tetap harus mengutamakan protokol kesehatan. Jadi, memang ini menjadi kendala karena terbatasnya ruang gerak yang ada," tuturnya.
Akan tetapi, tambahnya, sekalipun capaian saat ini belum mencapai 100 persen dengan berbagai sebab. Ia memastikan di tahap dua nanti prosesnya tetap akan berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga tidak menunggu tuntas 100 persen dahulu. “Besok pun siap untuk kami salurkan. Melihat arahan dari Kemensos saja,” ucapnya mengakhiri.
Penyaluran BLT-DD Diklaim 100 Persen
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bulungan mengklaim bahwa penyaluran Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) Tahap I terhadap warga terdampak pandemi Covid-19 saat ini sudah 100 persen.
Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Desa, DPMD Bulungan Nurdin Lubis mengungkapkan, selama proses penyaluran BLT-DD di tengah pandemi Covid-19 ini berjalan cukup baik dan lancar. Protokol kesehatan pun tetap dikedepankan guna pencegahan penularan virus yang bermula dari Wuhan, Cina tersebut.
“Ya, penyalurannya terselesaikan secara keseluruhan. Desa Lepak Aru dan Long Lejuh jadi desa terakhir yang menyalurkan BLT-DD Tahap I ini,’’ ungkap Nurdin Lubis saat dihubungi awak media Radar Kaltara melalui pesan WhatsApp-nya, Selasa (2/6).
Lanjutnya, dengan telah tersalurkannya bantuan terhadap warga terdampak pandemi ini, diharapkan bantuan itu dapat digunakan dengan baik dalam memenuhui kebutuhan hidupnya sehari-hari. Misal, untuk membeli sembilan bahan pokok (sembako).
“Dari bantuan itu diharapkan juga dapat mencukupi kehidupannya selama sebulan. Mengingat bantuan ini sifat penyalurannya yaitu sebulan sekali," ujar pejabat yang akrab disapa Roby ini.
Dijelaskannya juga, sejauh ini DPMD dalam memastikan penyaluran BLT-DD dengan turun langsung ke pelosok desanya. Bahkan, secara langsung juga ikut menyerahkan bantuan itu terhadap warga yang terdampak. “Dan ini dengan didampingi pihak pemerintah desa (pemdes) setempat. Kami secara bersama door to door ke rumah-rumah warga tersebut," jelasnya.
Di sisi lain, dalam beberapa proses penyaluran BLT-DD. Diketahui, saat itu secara langsung Bupati Bulungan, H. Sudjati pun ikut serta di dalamnya. Tak lain, orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini sekaligus memonitor apakah pernyaluran BLT-DD tepat sasaran atau sebaliknya.
“Kami tentu cukup bangga, Bupati pun ikut turun bersama memonitor setiap penyalurannya. Ke depan di tahap kedua pun demikian halnya," harapnya.
Terpisah, Bupati Bulungan H. Sudjati mengungkapkan, pihaknya mengaku sengaja secara langsung turun ke lapangan memonitor penyaluran BLT-DD. Pasalnya, di tengah pandemi ini memang butuh suatu dukungan selain materil juga moril. “Tapi, tetap selama prosesnya mengedepankan protokol kesehatannya," ungkapnya kepada pewarta.
Ditambahkanya juga, dari dana BLT-DD sebesar Rp 600 ribu itu ditekankannya bahwa penggunaannya dapat dengan baik. Tidak digunakan pada hal yang tak seharusnya dan justru tak memberikan manfaat lebih. “Dana itu harus digunakan dengan baik. Jangan yang tidak semestinya," pesannya mengakhiri.
Untuk diketahui, mengenai ketentuan alokasi DD dalam program BLT-DD ini selama penanganan Covid-19 terdapat suatu aturan. DD di bawah Rp 800 juta alokasinya sebesar 25 persen, Rp 800 - Rp 1,2 miliar sebesar 30 persen dan DD di atas Rp 1,2 milar alokasinya sebesar 35 persen. (omg/eza)
Editor : anggri-Radar Tarakan