TARAKAN – Dua lembar surat keputusan (SK) syarat pencalonan kepala daerah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) telah dikantongi Ibrahim Ali, A.Md, dan Hendrik, S.H, M.H. Artinya sudah ada 7 kursi, dari minimal 4 yang disyaratkan untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tana Tidung 2020.
SK PAN Nomor: PAN/A/Kpts/KU-Sj/020/III/2020 ditandatangani Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno. Sementara SK DPP Hanura dengan
Nomor: 014/B.3/DPP-HANURA/III/2020 ditandatangani Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang dan Sekjen Gede Pasek Suardika.
Bersama dengan pengurus parpol dan simpatisan, keduanya mengumumkan dukungan itu, kemarin (24/6). Ibrahim-Hendrik, merupakan calon kepala daerah (cakada) yang pertama mengumumkan SK sebagai syarat calon jalur parpol di pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini.
“Kami ingin menyampaikan bagi seluruh pendukung dan masyarakat Kabupaten Tana Tidung, terkait persiapan Ibrahim Ali dan Hendrik dalam pilkada serentak yang sempat tertunda. Atensi dan terima kasih pada DPP PAN dan DPP Hanura atas kepercayaannya kepada kami. DPP telah menunjuk dan mengeluarkan surat keputusan, B.1-KWK parpol. Kami diberikan kepercayaan penuh sehingga tak ada gejolak di internal partai,” ujar Ibrahim, (24/6).
Dukungan itu, kata dia, bukan dukungan yang biasa. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bahkan dalam beberapa kesempatan berpesan agar Ibrahim, yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Tana Tidung berjuang penuh sebagai kader di Pilbup Tana Tidung.
“SK saya (PAN) sudah ditandatangani 31 Maret 2020. Begitu juga Pak Hendik, SK ditandatangani tanggal 2 Maret (Hanura). Sebelum pandemi. Ibrahim-Hendrik siap lahir batin, secara persyaratan dan UU, regulasi, kami sudah mengantongi 7 kursi DPRD Tana Tidung. Atau melebihi syarat minimal 20 persen, atau 4 kursi. PAN 4 kursi, Hanura 3 kursi. Secara persyaratan, lebih dari cukup untuk mendaftarkan diri di Pilkada Tana Tidung,” tukasnya lagi.
Namun, dukungan tersebut masih akan bertambah seiring komunikasi politik yang masih terus berjalan. Keduanya memperkirakan akan ada 11 kursi dukungan.
“Kami memahami ada beberapa partai politik yang lainnya, yang tidak bisa mengusung kader. Sehingga kami intens berkomunikasi, ada 2 partai politik yang kami tunggu. 2 parpol ini juga sebagai partai pengusung nantinya,” terangnya.
Ibrahim juga menyebut jika pengumuman yang dilakukan kemarin bukanlah deklarasi pasangan calon. Deklarasi keduanya baru akan digelar pada Agustus atau September mendatang. Mengingat, masih terbuka peluang tambahan parpol dalam koalisi.
“Insyaallah ada 11 kursi. Kami beserta tim akan selalu menghargai setiap pendapat, mengedepankan musyawarah atas hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama. Saya juga mengajak para pengambil kebijakan, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, parpol, penyelenggara, seluruh masyarakat untuk menyukseskan pesta demokrasi, khususnya di Tana Tidung. Mari kita berpartisipasi menjaga profesionalitas, mewujudkan kondusifitas sesuai peran dan tanggung jawab kita masing-masing,” pesannya.
“Mari dewasa dalam berpolitik, menyikapi semua, jangan saling menghujat, saling menghina, atau saling menjatuhkan. Ayo kita bersama-sama adu program dan kecerdasan. Agar pilkada bisa dilaksanakan dengan baik. Kepada seluruh tim relawan mengutamakan protokol kesehatan,” ujar Ibrahim menyangkut komitmennya mewujudkan pemilu damai dan aman.
Sementara Hendrik, calon wakil bupati yang mendampingi Ibrahim mengaku SK pengusuangan telah lama ditandatangani PAN dan Hanura. “Selama ini banyak menduga-duga Ibrahim Ali dan Pak Hendrik masih belum lengkap. Hari ini (kemarin), kami sampaikan kami sudah siap mengikuti Pilkada Tana Tidung,” tambahnya.
Menyoal status anggota DPRD Tana Tidung yang masih melekat, keduanya mengaku siap mundur. “Regulasi dan tahapan itu akan kami ikuti, apakah saat mendaftar atau pada 23 September, penetapan calon. Kami tidak berharap cuti, kami siap mundur dari DPRD. Mengikuti tahapan pilkada yang ada,” tegasnya.
SIAP TUNTASKAN KESENJANGAN SOSIAL
Ibrahim menjelaskan, alasannya maju di Pilbup Tana Tidung karena masih adanya kesenjangan ekonomi dan kebijakan-kebijakan yang tidak menyentuh langsung ke masyarakat. "Contohnya, kita bisa melihat bagaimana harga kebutuhan hidup yang relatif tinggi membuat daya beli masyarakat kian menurun. Pada sisi lain, pemerintah malah kerap melakukan kegiatan-kegiatan di luar daerah, membuat program-program yang minim pemberdayaan, serta tidak berkelanjutan,” ujarnya.
“Akibatnya, dampak pada ekonomi masyarakat tidak terlihat nyata. Saya biasa berkeliling daerah, berdialog dengan semua kalangan, hingga sampai pada kesimpulan bahwa saya yang harus turun tangan, menyelesaikan persoalan-persoalan itu dengan kebijakan yang lebih pro masyarakat,” sambungnya lagi.
Dengan visi ‘mewujudkan pemerataan pembangunan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, yang didukung oleh birokrasi profesional dan melayani,’ Ibrahim mengaku hal itu sudah tepat untuk melanjutkan kepemimpinan kepala daerah Tana Tidung selanjutnya. “Secara umum saya dan Pak Hendrik sudah siap, baik secara administratif dan politik. Mulai persyaratan hingga perangkat tim telah dibentuk,” tukasnya lebih jauh. (*/lim)
Editor : kalpos123-Azward Kaltara