TANJUNG SELOR - Upaya menciptakan zero Covid-19 di Kaltara memang belum sepenuhnya berhasil. Karena masih ada pasien yang menjalani perawatan. Namun melihat angka penanganan kasus dalam beberapa hari terakhir, zero Covid-19 di Kaltara menjadi sebuah keniscayaan.
Seperti kemarin (18/7), Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Suwandy mengungkapkan, pihaknya kembali menerima hasil pengujian sampel untuk pasien berinisial RJA (45), yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dengan demikian, dengan 216 kasus positif di Kaltara, angka kesembuhannya sudah mencapai 192 pasien.
Dikatakan, hingga kemarin masih ada 22 pasien Covid -19 yang dirawat di beberapa daerah. Di Tarakan terdapat 15 pasien, Malinau 2 pasien, Tana Tidung 3 pasien, Nunukan 1 pasien dan Bulungan 2 pasien.
"Pasien yang dirawat terus kita berikan vitamin dan obat-obatan. Kami juga terus memeriksa pasien secara bertahap, " ungkapnya.
Jika melihat data kasus yang ada, Klaster Jamaah Tabligh (JT) berada di peringkat pertama sebagai penyumbang kasus corona di Kaltara. Sementara bentuk kontak erat yang terbanyak berada Klaster GKII Langap.
"Kalau Klaster JT ini mencapai 34 persen. Namun kontak eratnya tidak banyak. Hanya sebesar 4 persen saja. Berbeda dengan Klaster GKII Langap. Di mana klaster itu hanya sebesar 6 persen saja. Namun kontak eratnya sebesar 17 persen," bebernya.
Dalam penyebarannya, Klaster JT terbilang kecil dibandingkan Klaster GKII Langap. Namun begitu, hingga saat ini telah banyak yang sembuh dari Covid-19, baik itu Klaster JT maupun Klaster GKII Langap.
Sementara itu, ia juga mengatakan, tim kontak tracing sangat rentan terpapar Covid-19. Meski menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), namun paparan tetap bisa terjadi. Apalagi dengan kondisi petugas kesehatan yang kelelahan. “Sejauh ini banyak faktor yang memungkinkan petugas kesehatan terpapar. Namun yang paling memungkinkan adalah terjadi kontak antara pasien dan petugas. Biasanya saat dilakukan pengambilan swab dan lainnya," jelasnya.
Tidak hanya itu, antarsesama petugas kesehatan juga bisa memaparkan. Ada kemungkinan petugas kesehatan sudah terpapar sebelumnya. Kemudian melakukan kontak dengan sesama petugas kesehatan dan keluarga. Hal itu yang terjadi saat ini di Kaltara.
"Terbukti, ada petugas kesehatan yang terpapar dan juga keluarga dari petugas kesehatan," terangnya.
Sejauh ini, kejujuran dari pasien juga menjadi salah satu faktor. Namun jika terjadi pemaparan dari pasien, maka akan terjadi pemaparan selanjutnya. "Itu yang mengakibatkan adanya transmisi lokal. Khususnya pada tenaga kesehatan," ungkapnya.
IKUTI ANJURAN PEMERINTAH
Dengan terus bertambahnya angka kesembuhan pasien Covid-19, Ketua DPRD Bulungan, Kilat, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan.
Kepatuhan terhadap protokol kesehatan, khususnya di fasilitas umum, akan menjadi kunci untuk mencapai zero Covid-19. Namun dari pengamatannya, masih banyak masyarakat yang kurang disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Terutama di tempat-tempat keramaian, seperti pasar, pusat perbelanjaan, hingga pelabuhan. “Memasuki tatanan kehidupan baru ini, kuncinya memang disiplin pada protokol kesehatan. Karena tatanan kehidupan baru ini bukan berarti sudah bebas dari corona,” terangnya.
Dibutuhkan pengawasan ekstra dalam praktiknya. Misalnya bagi pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan tidak menggunakan masker, maka tidak diperbolehkan masuk.
"Warung makan, pasar, rumah sakit, pusat perbelanjaan, semua menjadi tempat yang berpotensi penyebaran Covid-19, sehingga perlu ditegaskan penggunan masker dan lainnya. Perilaku hidup bersih mesti dimasifkan di tengah kondisi adaptasi kebiasaan baru ini," tuturnya. (fai/*/mts/udi)
Persentase Kesembuhan Pasien
Tarakan : 82,75 %
Malinau : 94,28 %
Nunukan : 97,72 %
Tana Tidung : 57,14 %
Bulungan : 95,12 %
Editor : uki-Berau Post