Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Taklukkan Laut Sebatik-Nunukan Sepanjang 3 Km

anggri-Radar Tarakan • Selasa, 18 Agustus 2020 - 18:26 WIB
MELAWAN OMBAK: Ibrahim Rusli berhasil menyebrangi laut dari pulau Sebatik menuju Nunukan dengan jarak 3000 kilometer, Senin (17/8)./DOKUMEN PRIBADI RUSLI
MELAWAN OMBAK: Ibrahim Rusli berhasil menyebrangi laut dari pulau Sebatik menuju Nunukan dengan jarak 3000 kilometer, Senin (17/8)./DOKUMEN PRIBADI RUSLI

KERJA keras Ibrahim Rusli berenang menyeberangi pulang Sebatik-Nunukan sepanjang 3 kilometer tuntas tanpa kendala, kemarin (17/8). Ia turun dari Desa Bambangan, Sebatik Barat dan kemudian finish di Jalan Lingkar, Nunukan Selatan, hanya dalam waktu 2 jam.

Padahal aparatur sipil negara (ASN) asal Tarakan berusia 55 tahun itu, menemui arus kuat.

Pencapaian itu, menjadi keberhasilan yang ke-13 kalinya bagi Rusli dalam menaklukkan derasnya arus laut. Diwawancarai usai berenang, Rusli juga mengaku melanjutkan perjalanannya sesampainya di Jalan Lingkar menuju Tugu Dwikora di Alun-Alun Nunukan Tengah dengan berlari.

“Saya mulai sejak pukul 07.00 WITA dari Sebatik, menyeberangi laut kemudian berlari dan sampai di Nunukan di Tugu Dwikora ini sekitar pukul 10.00 WITA,” ujar Rusli kepada media ini, kemarin (17/8).

Di daerah perairan Jalan Lingkar, ia terpaksa naik ke atas speedboat Polair Nunukan, dikarenakan tidak ada tempat mendarat yang baik di kawasan Jalan Lingkar. Kawasan itu kini dipadati budi daya rumput laut. Namun, ia mengaku sanggup, jika harus terus berenang sampai ke atas darat Nunukan.

“Saya merasa berhasil, karena saya masih sanggup. Tadi itu, karena tidak ada pintu masuk ke daratan saja, jadi terpaksa saya memutuskan naik ke atas speedboat, kemudian diantar ke Jalan Lingkar dan lanjut lari ke Tugu Dwikora di tengah Kota Nunukan,” tambah Rusli.

Sudah menjadi rutinitas, di tengah peringatan kemerdekaan, Hari Pahlawan dan peringatan hari nasional lainnya. Di samping itu, kegiatan berenang Rusli juga sudah menjadi olahraga sehari-hari.

Kejuaraan yang pernah ia capai, salah satunya yakni renang sehari 2 selat mencetak rekor Muri Selat Bali dan Selat Madura Desember 2013 lalu. Rintangan dan hambatan tentu selalu dilaluinya. Ia bahkan pernah berhadapan dengan hiu macan, kemudian tersengat ubur-ubur.

Dalam melakukan aksinya, tidak ada persiapan khusus. Hanya rutin latihan renang biasa di Tarakan ditambah dengan jogging. Meski begitu, rasa tegang sebelum melakukan aksinya, juga selalu menghantui malam-malam sebelum aksi. Hal itu bahkan bisa membuat dirinya sampai tidak tidur semalaman. Tetapi, rasa menghantui itu selalu dipecahkan dengan keberhasilnnya dalam berenang.

Kebiasan berenang sudah dilakukannya sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Dirinya memang rutin berenang menyeberangi sungai. Saat itu, ia mengawali berenangnya menyeberangi sungai Tanjung Selor – Tanjung Palas. Kebiasaan ini, ternyata dibawa hingga ia dewasa dan ia pun memutuskan menjadikan kebiasaan itu menjadi olahraga rutin.

“Ya, jadi sampai sekarang inilah saya seperti itu, saya sendiri tidak paham, kenapa saya bisa kuat, itu misteri, mungkin bakat alam. Saya tidak akan berhenti berenang selagi saya mampu,” beber Rusli. (***/lim)

 

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan