TARAKAN – Sebuah bangunan pos pembelian udang yang berada di RT 25, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat nyaris ambruk seluruhnya. Diketahui, tiang bagian belakang bangunan ambruk ke bawah laut. Kejadian itu terjadi bertepatan saat banjir rob (genangan air laut di daratan) atau puncak maksimun air pasang terjadi pada Senin (19/10) lalu, sekira pukul 09.00 WITA. Namun belum dipastikan apakah kejadian itu terjadi lantaran dampak dari banjir rob atau konstruksi bangunan bangunan yang tidak kuat.
Kejadian itu pun sontak membuat warga sekitar kaget, kemudian langsung menolong penghuni pos pembelian udang itu untuk mengevakuasi barang yang ada di dalam bangunan. Hingga kemarin (20/10), dari pantauan Radar Tarakan, bangunan tersebut masih terlihat miring dan semua barang yang ada di dalamnya sudah dievakuasi.
Endi warga sekitar mengungkapkan, saat kejadian itu warga yang ada di sekitar pos pembelian udang itu dengan cepat membantu mengevakuasi barang yang ada di dalam. Beberapa warga ada yang menggunakan perahu.
“Karena kejadiannya pagi, makanya langsung banyak yang datang bantu. Jadi tiang belakang bangunan itu, ambruk ke bawah. Mungkin pondasi tiangnya tidak kuat,” ungkapnya.
Dibeberkannya, tinggi bangunan pos pembelian udang itu cukup tinggi sehingga pada saat terjadi air pasang maksimun, air tidak sampai mengenangi lantai bangunan itu. Bagian belakang bangunan pos sempat dijebol, untuk mengantisipasi agar air tidak mengenangi bangunan saat air sudah mulai surut. “Semua sempat kami evakuasi, tidak ada juga korban dari kejadian itu karena memang bangunannya turun perlahan dan tidak langsung ambruk,” ucapnya.
Sementara itu, Arman selaku ketua RT 25 mengatakan, ia mengetahui kejadian tersebut melalui media sosial (medsos) yang diunggah oleh masyarakat. Ia sendiri belum mengetahui pasti penyebab dari kejadian itu. Namun selama fenomena banjir rob terjadi, beberapa rumah warga di tempatnya ada yang tergenang air pasang. “Dua hari ini rumah di sini kebanyakan masuk air,” tuturnya.
Namun diakui Arman, fenomena banjir rob yang biasa dirasakan warga 3 tahun sekali itu, tidak membuat warga sekitar begitu khawatir. Apalagi sudah pernah merasakannya beberapa tahun lalu. Bahkan ia hanya meminta warga untuk selalu waspada terhadap fenomena itu. “Ada puluhan lah rumah yang tergenang air. Masyarakat sudah terbiasa dengan hal ini,” singkatnya.
(zar)
Untuk wilayah Tarakan selama tiga hari dilanda banjir rob. Banjir rob sendiri adalah banjir yang diakibatkan oleh pasang air laut. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Kadjat P Widodo menjelaskan bahwa terkait dengan adanya banjir rob yang terjadi kemarin, memang mengakibatkan sejumlah rumah di kawasan pesisir yang terendam. “Sebelumnya dari BPBD sudah memberikan peringatan dengan adanya banjir rob yang mulai dari (18-22/10), bahwasanya pada hari itu akan terjadi banjir rob yang disebabkan oleh pasang air laut. Ketinggian pasang air berkisar 3,5 meter, 3,6 meter dan 3,7 meter, dan hal juga sudah disadari masyarakat yang bermukin di daerah pesisir, bahwasanya hal tersebut rutin terjadi setiap tahunnya,” jelasnya.
Dari pemantauan BPBD Tarakan, ada beberapa wilayah di Tarakan yang memang berdampak dari adanya banjir rob, seperti di daerah Gajah madah, Jembatan Bongko, sebagian Kusuma Bangsa, Beringin, Juwata, dan juga daerah Lingkas Ujung. Bahkan banyak masyarakat yang sudah terbiasa mengalami hal tersebut, walaupun untuk banjir rob kali ini memang agak tinggi. Maka dari itu, dari BPBD berharap masyarakat bisa meninnggikan lantai rumah ketika memabngun, karena hal ini kemungkinan besar akan terjadi tiap tahun.
“Sedangkan untuk penanganan dari BPBD terkait dengan rumah yang mengalami roboh, nantinya di BPBD menuggu tembusan dari pihak RT dan Kelurahan, walaupun hal ini ditujuhkan juga ke bagaian Dinas Pemukiman dan Pertanahan, karena hal tersebut menyangkut rumah, tetapi hal ini juga masuk dalam kategori bencana, namun, dari BPBD akan tetap melakukan koordinasi dengan bagian dinas terkait dengan adanya rumah yang rusak,” ungkapnya.
Lanjutnya, untuk saat ini dari BPBD belum membuat kebijakan terkait dengan bantuan yang akan diberikan, karena sampai dengan kemarin pihaknya belum menerima laporan dari kelurahan, nantinya jika sudah ada alaporan yang masuk maka dari BPBP akan melakukan tindak lanjut. Apakah nantinya akan diberikan bantuan atau tidak. Karena hal ini menyangkut dengan bencana yang diakibatkan oleh adanya banjir rob di Kota Tarakan.(agg)
Editor : anggri-Radar Tarakan