Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

‘Diterjang’ Pandemi, BUMD Harus Ubah Strategi

anggri-Radar Tarakan • Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:41 WIB
EVALUASI:Meski di tengah pandemi Covid-19, BUMD di Provinsi Kaltara optimistis dapat berjalan dengan maksimal dengan mengubah sejumlah strategi./RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA
EVALUASI:Meski di tengah pandemi Covid-19, BUMD di Provinsi Kaltara optimistis dapat berjalan dengan maksimal dengan mengubah sejumlah strategi./RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

TANJUNG SELOR - Selamamasa pandemi Covid-19 ini, nyaris semua sektor mengalami kendala.Tak terkecuali, sektor yang bergerak pada salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), yakni di PT Benuanta Kaltara Jaya. Bahkan, persoalan atau dampak itu pun dirasakan oleh BUMD itu sejak awal berdiri.

Demikian dikatakan Dr. Arif Jauhar Tontowi, Komisaris Utama PT Benuanta Kaltara Jaya dalam wawancaranya kepada awak media Radar Kaltara, belum lama ini. Dengan munculnya suatu persoalan pandemi tersebut, tak ditampik hal itu membuatnya cukup terkejut. Pasalnya, beberapa strategi yang sudah disusun sejak awal harus diubah. Salah satunya pada strategi yang sifatnya tenderisasi lantaran itu dianggap menjadi sebuah peluang.

“Mengapa kami awalnya lebih memilih strategi tenderisasi. Ya, karena ini dianggap lebih mudah karena BUMD ini merupakan bagian dari pemerintah,” ungkapnya.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 membuat semuanya memang harus berubah. Hal ini dikarenakan proses tenderisasi yang ada rata-rata diundur. Baik, yang sifat tender skala nasional ataupun di tingkat pemerintahan setempat. Sehingga BUMD tak dapat bergerak terlalu banyak selama munculnya persoalan tersebut. “Di samping memang BUMD ini masih terbilang baru berdiri dan berkecimpung ini. Sehingga memang tak dapat cukup banyak peluang saat persoalan itu muncul,” ujarnya.

Di sisi lain, guna mencapai target hadirnya BUMD dapat memberikan dampak positif pendapatan asli daerah (PAD) ke pemerintah, pihaknya mengatakan bahwa saat itu tidak hanya mengharapkan pada pasar pemerintah saja. Namun, mencari pangsa di luar pemerintah atau ke pihak swasta dalam proses tenderisasinya. ”Memang kami akui di bulan-bulan awal kami kelabakan (mengalami kesulitan). Tapi, di bulan ketiga dan keempat dan seterusnya bisa beradaptasi dan terus membaik,” katanya.

Meski, tambahnya, dalam proses tenderisasi dengan pihak swasta sifatnya masih kecil. Tetapi, dengan jumlah yang terus banyak dan secara kontinu sehingga itu bisa memenuhi sejumlah target yang sudah ditetapkan pada tahap awal BUMD ini berdiri. “Di sini BUMD terus berupaya untuk berinovasi. Ini sembari menjalankan sebuah proses yang sudah berjalan dengan cukup baik sebelumnya,” tuturnya.

Akhirnya, ada sebuah lompatan cukup besar yang datang dari salah satu divisi di BUMD. Bahkan, saat ini dianggap menjadi andalan lantaran miliki potensial yang cukup besar. Yaitu di bidang konstruksi yang nantinya diprediksi dapat menghasilkan miliaran rupiah. Dikarenakan di bidang konstruksi ini terdapat satu peluang besar yang tak terduga sebelumnya.

“Yaitu di sini ada kerja sama dengan mengelola tambang batu. BUMD sudah ada sekitar 23 hektare yang nantinya menjadi aset dalam meningkatkan pendapatan hingga Rp 20 miliar,” jelasnya.

“Ada juga tanah urug yang telah sepakat menjalin kerja sama sekitar 2 hektare lebih. Nantinya ini akan menghasilan pendapatan mencapai Rp 4 miliar. Dari material itu dapat dijual untuk kebutuhan properti. Hingga akhirnya nanti di BUMD yang awalnya hanya memiliki modal Rp 2,5 miliar. Di akhir tahun ini diperkirakan akan mendapatkan di atas 30 miliar,” sambungnya mengakhiri. (omg/eza)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan