TARAKAN – Puluhan jemaat Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imakulata, Tarakan, melaksanakan ibadah Misa Natal dengan khidmat, Kamis (24/12) malam.
Namun suasana berbeda terlihat di Gereja Pantekosta Serikat Indonesia (GPSI) El-Shaddai III Tarakan. Di gereja tersebut, tidak digelar ibadah Misa Natal. Hanya akan digelar ibadah puncak perayaan Natal saja.
Dikatakan Gembala Sidang Gereja Pantekosta Serikat Indonesia (GPSI) El-Shaddai III Tarakan, Pdt Joni Riza, ibadah akan dilakukan saat perayaan Natal hari ini (25/12). Nantinya akan dibagi dua sesi di pada pukul 07.30 dan 10.00 Wita.
Jemaat yang akan mengikuti ibadah di gereja juga akan dibatasi. Yakni hanya bisa diikuti maksimal 50 jemaat, walau gereja tersebut punya kapasitas untuk menampung 100 jemaat sekaligus.
"Sesuai anjuran pemerintah (di masa pandemi Covid-19), lansia dan anak-anak tidak diperbolehkan masuk gereja. Jadi untuk lansia dan anak-anak hanya bisa ikut ibadah secara virtual," katanya.
Terpisah, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Kota Tarakan, Samson Karuniadi, mengimbau bagi semua gereja agar tetap mengikuti aturan pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan. Di antaranya membatasi jumlah jemaat 25 hingga 50 persen dari kapasitas gereja.
"Bagi yang punya riwayat sakit juga tidak diperbolehkan ikut ibadah Natal di gereja. Tapi yang diizinkan itu hanya ibadah Natal saja. Pesta Natalnya tidak boleh," tuturnya.
Ia mengaku, ada beberapa gereja yang melaksanakan ibadah secara virtual. "Saya rasa masyarakat sudah mengikuti imbauan," katanya. (sas/udi)
Editor : uki-Berau Post