TARAKAN- Basarnas Pusat memberikan bantuan 1 unit Rigit Inflatable Boat (RIB) kepada Basarnas Tarakan. Diharapkan bantuan alat utama (Alut) SAR itu bisa mendukung operasi SAR di wilayah kerja Kantor Basarnas Tarakan. Tepat pada Senin (26) lalu, RIB tersebut tiba di Kota Tarakan. Kepala Basarnas Tarakan, Amiruddin mengatakan, Alut SAR itu merupakan perahu berbahan dasar karet dengan lunas aluminium alloy yang dilengkapi kemudi.
“Sudah tiba di Tarakan RIB ini dan sudah kita lakukan sea trail oleh personel Basarnas Tarakan didampingi pihak penyedia,” katanya, kemarin (29/4).
Dilanjutkannya, keberadan pihak penyedia ini sekaligus melatih personel Basarnas Tarakan dalam penguasaan RIB dari segi operasional maupun perawatannya. Luasnya kondisi perairan Provinsi Kalimantan Utara khususnya Kota Tarakan, dinilai sangat cocok menggunakan RIB saat petugas Search and Rescue melakukan aksi pencarian, pertolongan dan evakuasi korban.
“Salah satu keunggulan RIB ini yaitu bisa bertahan dari terjangan ombak setinggi tiga meter,” bebernya
Kemudian RIB tersebut memiliki dua buah mesin dengan daya 500 PK. RIB ini memang didesain untuk bergerak lincah. Apalagi wilayah perairan Kaltara tidak hanya terdiri dari laut saja, namun banyak juga sungai. Sehingga diperlukan Alut yang cukup memadai untuk melakukan operasi SAR di sungai juga.
“Dengan adanya penambahan Alut ini, maka Alut air dengan jenis yang sama terdapat 4 unit. 3 berada di Tarakan dan 1 berada di Nunukan,” sebutnya.
Ia pun berharap dengan adanya penambahan alut SAR ini, semakin mengoptimalkan sarana pencarian dan pertolongan di area perairan/laut sesuai wilayah kerja Basarnas Tarakan. Nantinya RIB baru ini, pihaknya akan menempatkannya di Pelabuhan Tengkayu I. “Pelabuhan Tengkayu I merupakan sentral yang menghubungkan antara lima kabupaten/kota di Kaltara,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan Alut di Basarnas Tarakan, diakui Amiruddin memang belum maksimal. Lantaran Alut yang ada, hanya diperuntukkan untuk penyisiran di perairan yang dekat sungai. Sementara Kaltara berbatasan dengan Laut Sulawesi, yang diketahui jalur pelayaran internasional.
“Kantor SAR Tarakan memiliki wilayah kerja seluruh Kaltara dan sebagian Laut Sulawesi. Sehingga representatifnya, harus ada satu unit kapal yang ada di Tarakan. Dalam waktu dekat ini pimpinan di pusat, kami dialokasi kapal penyelamat dengan kecepatan 33 knot,” pungkasnya. (zar)
Editor : anggri-Radar Tarakan