TANA TIDUNG – Adanya kapal feri dengan rute ke Kota Tarakan, menjadi alternatif bagi masyarakat KTT maupun Bulungan, ketika ingin berangkat. Apalagi dengan membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Jarak tempuh yang dibutuhkan dari KTT–Tarakan, memerlukan 5-7 jam. “Dari Tarakan, saya habis liburan sekalian bertemu dengan keluarga. Kebetulan saya bekerja di sini (KTT) sebagai tenaga kontrak di salah satu perusahaan,” ucap salah seorang warga KTT, Sriwati, Jumat (4/6).
Diakui wanita berusia 27 tahun ini, keberangkatan kapal dari KTT ke Tarakan paling cepat sekitar 5 jam. Itupun kalau kapal berangkat mengikut arus air, dan paling lambat hingga 7 jam. “Jika berbicara ekonomis, berangkat dengan mengunakan kapal feri saya rasa menjadi pilihan yang pas. Artinya bukan untuk orang yang terburu-buru,” ungkap Sri.
Berkaitan tarif yang ditetapkan, penumpang harus merogoh kocek Rp 95 ribu. Bahkan, tarif tersebut sudah termasuk kendaraan sepeda motor yang dibawa. Sri memberikan masukan kepada Pemerintah KTT untuk menata areal pelabuhan. Dikarenakan kondisi saat ini terkesan semerawut, tidak adanya lahan parkir yang representatif.
“Biasanya kalau kita membawa kendaraan harus ngantre dulu. Tempat yang tersedia masih sempit, sementara kendaraan yang dibawa penumpang cukup banyak,” ujar dia. (*/mts/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria