Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Beras Punya Andil Besar Pembentuk GKM

uki-Berau Post • 2021-07-25 19:35:10
MASIH TRADISIONAL: Sebagian masyarakat Kaltara masih masuk dalam GKM, bahkan sebagian kecil masuk dalam kategori sangat miskin. Seperti masyarakat yang masih menggunakan alat masak tradisional menggunakan kayu bakar.
MASIH TRADISIONAL: Sebagian masyarakat Kaltara masih masuk dalam GKM, bahkan sebagian kecil masuk dalam kategori sangat miskin. Seperti masyarakat yang masih menggunakan alat masak tradisional menggunakan kayu bakar.

TANJUNG SELOR - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri menyebutkan, komoditi makanan mempunyai andil terbesar dalam membentuk garis kemiskinan makanan (GKM) di Kalimantan Utara, pada Maret 2021. Namun terdapat perbedaan pola di daerah perkotaan dan perdesaan.

GKM sendiri, jelas Tina, merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur, susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak, dan lemak.

Kemudian, Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.

"Lima komoditi terbesar penyumbang garis kemiskinan makanan di perkotaan adalah beras, rokok keretek/filter, ikan bandeng, telur ayam ras, dan daging ayam ras," jelasnya kepada awak media, Sabtu (24/7).

Sementara lima komoditas terbesar penyumbang garis kemiskinan makanan di pedesaan adalah beras, rokok keretek/filter, daging babi, ikan bandeng, dan telur ayam. Penyumbang terbesar di seluruh wilayah perkotaan dan pedesaan adalah komoditi beras dengan kontribusi sebesar 23,02 persen di perkotaan, dan 25,44 persen di pedesaan.

Selain itu, terdapat komoditi terbesar penyumbang garis kemiskinan non makanan di perkotaan, yaitu perumahan, listrik, bensin, pendidikan, dan perlengkapan mandi. Sementara di pedesaan terdapat perbedaan pola. Lima komoditi terbesar penyumbang garis kemiskinan non makanan (GKNM) di pedesaan adalah perumahan, bensin, listrik, perlengkapan mandi, dan pendidikan.

"Komoditas perumahan merupakan yang paling besar kontribusinya terhadap GKNM, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Sumbangan dari komoditas perumahan ini sebesar 36,20 persen di perkotaan dan 45,16 persen di pedesaan," jelasnya. (fai/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara