TARAKAN - Pandemi Covid-19 membuat seluruh dunia butuh akan kehadiran tenaga kesehatan (nakes) untuk melayani lonjakan pasien Covid-19, termasuk di Kalimantan Utara. Untuk itu, pendidikan para nakes terus digenjot pemerintah agar terus menerus maju dalam mengembangkan peran dalam dunia kesehatan. Namun tahukah Anda, di tahun 2026 mendatang, dunia kesehatan sudah tak lagi memerlukan tenaga kesehatan lulusan D3. Padahal di Kalimantan Utara, mencatat ratusan nakes yang hanya lulusan D3 keperawatan maupun kebidanan.
Usai menjalani kegiatan peresmian Gedung Universitas Terbuka (UT) Tarakan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes mengungkapkan bahwa sebagai satu-satunya kota di Kalimantan Utara, ia mengharapkan Tarakan dapat menjadi sentra pendidikan bagi masyarakat Kalimantan Utara khususnya dalam memperluas pendidikan kesehatan.
“Tahun 2026 itu, perawat dan kebidanan harus S1. Kalau tidak, maka tidak bisa melayani. Maka dari itu, kita mengharapkan Tarakan bisa jadi sentra pendidikan bagi Kaltara,” singkat Khairul.
Sementara itu, Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Adri Patton, M.Si mengatakan bahwa permasalahan yang sebenarnya berada pada persoalan akreditasi, yakni ketika seluruh rumah sakit di Kaltara dikunjungi tim akreditasi menyatakan bahwa 80 persen perawat dan bidan hanya memiliki riwayat pendidikan D3.
“Oleh karena itu pada tahun 2019 lalu, kami bersama Gubernur mendatangi dan berkunjung langsung menghadap Pak Menteri yakni saat itu Pak Nasir. Akhirnya D3 keperawatan dan kebidanan kita (UBT) itu dinaikkan menjadi S1 keperawatan ners dan S1 kebidanan profesi,” beber pria berdarah Dayak ini. (shy/fly)
Selengkapnya Baca Radar Tarakan Edisi Selasa (24/8)
Editor : anggri-Radar Tarakan