Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Merasakan Nuansa Mistis, Membawa Misi Indonesia Harmoni

anggri-Radar Tarakan • Selasa, 24 Agustus 2021 - 17:39 WIB
TIBA DI BULUNGAN: Ketua FKPT Aceh, Dr. Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Ph.D bersama istrinya, Fitri Zulfidar MA saat tiba di Bumi Tenguyun pasca perjalanan jauh dari sejumlah wilayah di Indonesia dengan Motor Kawasaki Versys 250 cc-nya.
TIBA DI BULUNGAN: Ketua FKPT Aceh, Dr. Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Ph.D bersama istrinya, Fitri Zulfidar MA saat tiba di Bumi Tenguyun pasca perjalanan jauh dari sejumlah wilayah di Indonesia dengan Motor Kawasaki Versys 250 cc-nya.

Perjalanan keliling Indonesia, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, Dr. Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Ph.D bersama istrinya, Fitri Zulfidar MA, pada Sabtu 21 Agustus 2021 sore telah tiba di Bumi Tenguyun (Kabupaten Bulungan), Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) setelah menempuh jarak ratusan kilometer dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) menggunakan Motor Kawasaki Versys 250 cc.

RACHMAD RHOMADHANI

PERJALANAN keliling Indonesia yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan sejumlah lembaga di Aceh, dengan slogan “Indonesia Harmoni dari Aceh ke Papua” diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan ke depan.

"Kegiatan (touring) ini mempromosikan BPNT dan FKPT karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal institusi ini selain mengampanyekan tagline Indonesia harmoni,” ungkap dosen sekaligus peneliti dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh ini.

Kamaruzzaman mengungkapkan, poin kegiatan ini adalah menjaga keharmonian dan kebhinekaan. Oleh karenanya, dirinya beserta istri acap kali singgah di setiap provinsi. Yaitu selain menjalin silaturahmi dengan FKPT seluruh Indonesia, sekaligus menggali sembari lebih mengenal dekat kekayaan budaya nusantara yang nantinya dapat diabadikan dalam sebuah buku.

“Selama perjalanan menuju Kaltara. Tepatnya, saat melintasi wilayah Wahau, Kelay hingga Kabupaten Berau, Kaltim menjadi yang paling berkesan di awal perjalanan ini,” ujarnya.

"Alasannya, di sini bukan saya katakan ekstrem. Tapi jalurnya bagi saya sangat berkesan. Ini karena belum pernah saya lewati seperti itu. Baik nuansa alamnya, jalur berkelok berdampingan dengan jurang, kadang berlubang hingga nuansa mistisnya,” sambungnya.

Meski demikian, lanjutnya kembali, dirinya banyak bersyukur selama perjalanan tersebut banyak bertemu dan dibantu orang baik. Baik saat motor mengalami trouble di Kota Padang hingga menyasar hampir 40 kilometer dari Samarinda ke arah Tenggarong.

"Kami jalan tiba-tiba ada rider (pemotor) yang mengingatkan jika kami salah jalur jika hendak menuju Sangatta. Hingga rider tersebut mengantarkan kami ke jalur yang benar menuju Sangatta,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut peraih penghargaan penulis produktif bertaraf internasional pada 2018 ini juga membagikan tips apa yang perlu dipersiapkan saat menempuh perjalanan jauh. Yang pertama menghindari perjalanan malam hari, menjaga dan mengatur pola makan, juga mempersiapkan obat-obatan serta vitamin.

“Ketika perjalanan pagi jarang makan nasi atau makan seadanya untuk menghindari kantuk. Vitamin, suplemen dan yang paling penting positif thingking menjaga kesehatan mental,” jelasnya.

Menurutnya saat menempuh perjalanan jauh selain fisik mental juga perlu dijaga kesehatanya. Dengan cara membalikkan setiap tantangan yang ada menjadi sebuah bagian cerita dari perjalanan. Yang tak kalah penting adalah mempelajari dengan seksama jalur yang akan dilalui. (***/eza)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan