TARAKAN - Pentingnya peningkatan skill bagi para pembatik di Kalimantan Utara, kian digodok pemerintah. Hal ini dilakukan agar batik khas Kaltara dapat dikenal tak hanya ditingkat nasional, namun juga sampai ke ajang internasional. Sebab 2023 mendatang, berdasarkan hasil pertemuan dengan Dekranas pusat memberi kesempatan Kaltara agar bisa masuk di rumah Indonesia yang terdapat di Negara Belanda.
Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Pedagangan Dalam Negeri Disperindakop dan UKM Kaltara, Hasriani mengatakan, bahwa pelatihan bagi pembatik di Kaltara, tak lagi difokuskan pada pembatik yang baru belajar membatik, namun diperuntukkan bagi pembatik lokal yang telah dikenal karyanya di Kaltara.
“Khusus pelatihan ini kami menggunakan pewarnaan alami. Di Tarakan ini ada Pak Sony, kami minta untuk mengajarkan teman-teman kabupaten kota, agar pewarna alam ini bisa diterapkan para pembatik kita,” ujar wanita berhijab ini.
Hasil produksi pembatik di Kaltara dikatakan Hasriani telah membaik. Untuk itu, dalam memberi pewarna alam ini pihaknya akan melihat pangsa pasar lebih dulu. Sebab negara Eropa menyukai warna natural, sehingga inilah awal bagi pihaknya untuk memberi pelatihan bagi pembatik di Kaltara.
Tahun ini, Pemprov telah mengeluarkan pergub penggunaan batik, sehingga seluruh elemen tak hanya dari instansi pemerintah, namun BUMN, BUMD sampai ke elemen masyarakat diwajibkan untuk menggunakan batik produk lokal Kaltara. Hal ini dilakukan sebagai motivasi pembatik agar giat untuk berkarya menghasilkan produk batik di Kaltara. (shy/lim)
Baca berita lainnya di Radar Tarakan Rabu 29 September 2021
Editor : anggri-Radar Tarakan