Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kaltara Peringkat 2 Nasional

uki-Berau Post • Rabu, 29 September 2021 - 02:59 WIB
PERINGKAT KEDUA: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang (dua dari kanan) mengikuti puncak pencanangan pelayanan KB dan Kespro bersama Mitra Kerja Tahun 2021 secara virtual, Senin  (27/9).
PERINGKAT KEDUA: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang (dua dari kanan) mengikuti puncak pencanangan pelayanan KB dan Kespro bersama Mitra Kerja Tahun 2021 secara virtual, Senin (27/9).

TANJUNG SELOR – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melangsungkan kegiatan puncak pencanangan pelayanan KB dan Kespro bersama Mitra Kerja Tahun 2021. Sebagai bentuk perencanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (Kespro). 

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang menghadiri kegiatan tersebut bersama Harlan Lelana selaku Koordinator Pelaksana Progam KKBPK Kaltara, secara daring dari ruang rapat Gubernur, Senin (27/9).

Kaltara sebagai provinsi termuda di Indonesia pun dinobatkan sebagai juara dua, untuk kategori target pelayanan kurang dari 10.000 akseptor tingkat nasional. “Dari 34 provinsi, Kaltara berada di peringkat kedua. BKKBN RI pun memberikan penghargaan atas partisipasi masyarakat terhadap pencapaian program KB melalui peserta KB di Kaltara. Kita tak menyangka, karena memang penduduk di Kaltara ini tidak banyak,” terang Harlan.

Setiap provinsi ada target yang diberikan BKKBN Pusat, berdasarkan jumlah penduduk. Kaltara ditargetkan sebanyak 2.000. Bila melihat target, maka Kaltara sudah bisa melampau sangat jauh di atas target, yakni 3.652. 

Harlan menjelaskan, asumsi masyarakat program KB menganjurkan dua anak cukup tidak sepenuhnya benar. Karena KB hanya mengatur jarak kelahiran antar anak, agar tidak bertambah tingkat stunting di suatu wilayah.

“Kaltara ini wilayahnya luas, pertumbuhan penduduk pun belum maksimal. Dua anak cukup itu hanya asumsi yang beredar. Jadi sekarang asumsi yang benar itu dua anak sehat,” ungkap Harlan.

Maksud sehat itu, dari segi jasmani dan rohani. Sehingga bisa terlepas dari stunting. Biasanya stunting terjadi karena anak pertama belum selesai masa menyusui. Tapi sudah melahirkan anak kedua. Sehingga, kebutuhan anak pertama belum terpenuhi. Tapi sudah harus dibagi dengan anak kedua.

Menurut Harlan, jumlah anak yang diinginkan setiap keluarga bukan menjadi persoalan. Hanya saja, penting untuk orang tua mengatur jarak anak. Agar suatu hal yang tidak diharapkan dapat terhindar. (saq/dkispkaltara)

 

Provinsi Terbaik (Kategori Total Target Pelayanan) dari BKKBN


Target Pelayanan < 10.000 Akseptor:

Juara I : Provinsi Maluku

Juara II: Provinsi Kalimantan Utara

Juara III: Provinsi Papua

 

Target Pelayanan 10.000-60.000 Akseptor:

Juara I : Provinsi Sulawesi Tenggara

Juara II: Provinsi Lampung

Juara III: Provinsi Kalimantan Selatan

 

Target Pelayanan > 60.000 Akseptor:

Juara I : Provinsi Sumatera Utara

Juara II: Provinsi Jawa Tengah 

 

SUMBER DATA: BKKBN Pusat 

 

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara