Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jaga Kedaulatan dan Integritas Negara

uki-Berau Post • Senin, 4 Oktober 2021 - 03:01 WIB
SAMBUT SATGAS: Komandan Korem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Suratno, menyambut kedatangan prajurit Yon Armed 18/Komposit di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Sabtu (2/10).
SAMBUT SATGAS: Komandan Korem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Suratno, menyambut kedatangan prajurit Yon Armed 18/Komposit di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Sabtu (2/10).

TARAKAN - Persoalan perbatasan antarnegara, masih sangat kompleks. Sebab menyangkut kedaulatan, integritas, maupun martabat masing-masing negara. Hal itu disampaikan Komandan Korem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Suratno, dalam upacara penyambutan prajurit Yon Armed 18/Komposit yang akan bertugas menjaga perbatasan negara, di Dermaga Lantamal XIII Tarakan, Sabtu (2/10).

Sebagai Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kaltara, Suranto juga meminta agar semua personel menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini untuk memastikan kedaulatan negara tetap terjaga.

"Apalagi batas antarnegara ini masih jadi persoalan yang kompleks. Tugas TNI juga membantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam mengalami kesulitan," tegasnya.

Ditambahkan, tugas menjaga perbatasan merupakan kepercayaan negara yang patut disyukuri. Sebab, tugas yang akan dilaksanakan merupakan kepercayaan dan kehormatan, serta wujud bakti terhadap rakyat.

Operasi pengamanan perbatasan di wilayah darat Indonesia-Malaysia selama 365 hari di wilayah Kaltara, untuk menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Personel Yon Armed 18/Komposit akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia menggantikan prajurit Yon Arhanud 16/Sbc dan Yonif 614/Rjp di wilayah Kaltara. "Mereka beralih ke operasi selanjutnya, atas perintah dalam rangka mendukung tugas pokok Komando Operasi Kodam VI Mulawarman," katanya.

Menurutnya, tugas di perbatasan bukanlah sekadar menjaga patok batas. Melainkan tugas negara yang harus dikerjakan dengan baik, sekaligus bekerja sama dengan masyarakat di perbatasan untuk membentuk kepercayaan kepada negara.

"Prajurit adalah efek tangkal yang akan menggagalkan niat pihak manapun yang ingin merongrong tegaknya Merah Putih di setiap jengkal tanah air kita," tuturnya.

Tugas pokok Komando Pelaksana Operasi Korem 092 Maharajalila, dalam menjaga dan melindungi keutuhan wilayah NKRI, perbatasan RI-Malaysia harus dapat dijamin keamanannya. Sekaligus dapat memberikan kontribusi positif, bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. "Sehingga kepercayaan terhadap TNI akan semakin tinggi, yang berdampak positif pada citra TNI di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Kawasan perbatasan juga memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi, berbagai tantangan akan dihadapi di daerah operasi. Mulai dari tantangan alam yang berat, bergesernya dan hilangnya patok batas, hingga berbagai aktivitas ilegal. Di antaranya, illegal logging, mining, trafficking, termasuk pelintas batas secara ilegal. Terutama para penyelundupan sembako dan narkoba, yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan.

"Semua harus menjadi perhatian seluruh prajurit selama melaksanakan tugas pengaman perbatasan. Sebelumnya, prajurit dari Yon Arhanud 16/SBC berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras sebanyak 817 botol di wilayah Sebatik, di bulan April 2021 lalu. Ini menjadi catatan penangkapan terbesar oleh Satgas Pamtas," bebernya.

Selain itu, personel yang bertugas juga harus mengutamakan faktor keamanan selama melaksanakan tugas. Terutama di masa pandemi Covid-19. Tetap patuhi protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.

"Segera buat prosedur tetap untuk evakuasi, apabila ada anggota yang sakit atau terkena Covid-19. Yakinkan tentang siapa yang harus dihubungi atau dilaporkan, ke mana evakuasi anggota yang sakit harus dibawa dan merencanakan angkutan yang digunakan untuk proses evakuasi tersebut," imbuhnya. (sas/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Seputar Kaltara