Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Diserahkan Menteri, Dinilai Peduli Pemberdayaan Lokal

anggri-Radar Tarakan • Sabtu, 6 November 2021 - 16:29 WIB
PRESTASI NASIONAL: Ping Ding (kiri) saat menerima penghargaan Wanita Panutan 2021 di bidang pemberdaya komunikasi lokal (inspiring women in empowering local communities) oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Dar
PRESTASI NASIONAL: Ping Ding (kiri) saat menerima penghargaan Wanita Panutan 2021 di bidang pemberdaya komunikasi lokal (inspiring women in empowering local communities) oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Dar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malinau, Ping Ding yang juga merupakan istri Wakil Gubernur Kaltara, Dr. Yansen Tipa Padan, M.Si, dikenal aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Karena keaktifannya, Ping dianugerahi penghargaan Wanita Panutan 2021 di bidang pemberdaya komunikasi lokal (inspiring women in empowering local communities) oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S,E, M.Si.

YEDIDAH PAKONDO

TAK pernah terbesit dalam pikiran Ping Ding bahwa dirinya akan menerima penghargaan sebagai Wanita Panutan 2021. Sebab menurut Ping, hal yang ia lakukan selama ini semata-mata hanya untuk berbuat kebaikan bagi para perempuan.

“Saya tidak menduga kalau yang saya buat itu dinilai. Tanpa saya sadari itu ada dari pemerhati perempuan yakni Yayasan Duta Indonesia Maju yang bekerja sama dengan salah satu majalah yang memberi ruang kepada perempuan. Mereka ternyata mengikuti perjalanan saya, tanpa saya sadari,” ucap politisi Partai Demokrat ini.

“Saya tidak tahu ada yang mengikuti perjalanan saya, sehingga mereka anggap itu ada nilai yang berarti bagi seorang perempuan,” sambung Ping.

Menjadi seorang pendamping bagi Yansen sekaligus mengemban tugas sebagai ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) saat di Kabupaten Malinau selama 10 tahun dijadikan Ping sebagai sebuah kesempatan untuk menjalankan peran dirinya bagi kaum wanita.

Meski telah menerima penghargaan, Ping merasa belum maksimal. Dirinya berusaha agar tetap bersama masyarakat yakni dengan memerhatikan potensi lokal yang dapat dikembangkan. “Bagaimana kita mewujudkan apa yang ada di dalam pikiran kita? Ya memang kita harus tahu apa yang bisa dikembangkan. Dari itulah saya coba mengangkat potensi lokal yang menurut saya awalnya itu bagian dari kekayaan indonesia,” kata Ping.

Untuk prestasi, perempuan harus mencari hal apa yang hendak dibuat dan bersikap konsisten dengan itu agar dapat respons baik dari masyarakat. Ekonomi masyarakat, daya maju masyarakat, daya pikir masyarakat yang menurut Ping menjadi penilaian dari Yayasan Duta Indonesia Maju.

Dalam hal ini Ping memberdayakan potensi lokal seperti batik yang sebelumnya belum ada di Kalimantan Utara (Kaltara). Namun ia dapat membaca potensi tersebut karena menurut Ping sangat memungkinkan ada. Apalagi Kaltara punya seni budaya yang harus ditawarkan dalam sebuah karya agar budaya tersebut tidak hilang.

Lebih lanjut pada anyaman rotan, menurut Ping pun menjadi hal yang harus dilestarikan karena di sana terdapat beberapa budaya dari salah satu suku yang butuh perhatian. “Makanya saya angkat anyaman rotan yang ada di suku Punan. Itu yang saya angkat dan saya kembangkan. Walaupun ada di suku Dayak lain (anyaman rotan), tapi tidak sehalus mereka (suku Dayak Punan),” tuturnya.

Menyoal pada jajanan lokal dan pangan local, diangkat sejak awal Yansen menjabat sebagai bupati Malinau pada 2011. “Ide ini dinilai ada perkembangan dan kemajuan yang mengangkat ekonomi masyarakat Kaltara atau Malinau secara khusus,” ujar Ping.

Penghargaan wanita panutan ini diraih oleh bermacam-macam profesi wanita. “Saya ada di bidang pemberdaya komunikasi lokal. Masing-masing ada kategorinya. Saya tidak pernah menduga kalau saya ada di lingkungan itu. Kesimpulan saya, berarti yang saya pikirkan dan lakukan ini baik dan ada nilainya,” ucap Ping.

Prestasi Ping ini dikatakan bukan lebih kepada pribadi, namun lebih kepada perempuan Kaltara. Ping berharap agar perempuan Kaltara harus yakin dengan diri sendiri bahwa ada banyak hal yang dapat dikembangkan di Kaltara sepanjang masyarakat ingin maju dan belajar. (***/lim)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan