Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penyelundupan Narkotika Masih Rawan Terjadi

anggri-Radar Tarakan • Rabu, 19 Januari 2022 - 20:57 WIB
Kepala BNNP Kaltara - Brigjen Pol Samudi.
Kepala BNNP Kaltara - Brigjen Pol Samudi.

TANJUNG SELOR – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) menyebutkan perihal penyelundupan narkotika di provinsi termuda di Indonesia ini masih sangat rawan terjadi. Misal, salah satunya pada kasus penyelundupan narkotika dari Tawau, Malaysia melalui jalur ‘tikus’. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Samudi di dalam wawancaranya kepada pewarta, Selasa (18/1).

Adapun, lanjutnya, alasan pihaknya melontarkan akan kerawanan penyelundupan narkotika dari Tawau, Malaysia melalui jalur ‘tikus’ dikarenakan wilayah Kaltara ini bersebelah dengan negara tersebut. “Ini kami ketahui karena kasus itu sudah sering kami ungkap atau melakukan penangkapan sebagai upaya pencegahan peredaran barang haram itu ke Kaltara,” ujarnya.

Ditanya mengenai modus pelaku yang biasa dilakukan, dijelaskannya bahwa modus peredarannya pertama agar pelaku dapat masuk melalui perbatasan Malaysia-Indonesia. Yaitu dengan berpura-pura menjadi nelayan. “Kasus pura-pura menjadi nelayan ini sudah berulang terjadi dan berhasil kami ungkap. Mereka menjadi nelayan dan ternyata bertransaksi di tengah laut,” jelasnya.

Lebih lanjutnya, modus lainnya adalah yang pernah dilakukan pada operasi penangkapan pengedar narkotika. Bahkan, sering terjadi adalah TKP di tambak antara perbatasan Malaysia-Indonesia. “Alasan mereka menggunakan barang haram itu supaya tidak mengantuk, atau supaya tidak capek. Tapi, sekali lagi ini salah. Mohon maaf, dan memang operasi penangkapan seperti ini hingga ada transaksi pun paling banyak di tambak-tambak,” terangnya.

Tambahnya, mengaca dari beberapa kasus yang berhasil diungkap tersebut, pemerintah tengah fokus mengawasi sejumlah wilayah perairan perbatasan. Termasuk, akan keseriusan dari petugas kepolisian Malaysia bekerja sama dengan Polri akan terus dibangun integritas serta tanggung jawabnya. “Di sini sudah ada MoU dengan aparat polisi Malaysia. Bahkan, BNN sudah kerja sama dengan pemerintah Malaysia. Tak lain, ini adalah upaya agar tak sampai terjadi aksi penyelundupan tersebut,” tutur Brigjen Pol Samudi.

Di sisi lain, pihaknya dalam hal ini tetap mengimbau, khususnya terhadap masyarakat di pedesaan, perbatasan, ataupun perkotaan agar apat ikut serta membantu BNN memberantas penyalahgunaan narkotika. Mengingat, penyalahgunaan narkotika ini bisa dilakukan siapa saja. Oleh karenanya, perlu adanya sinergitas guna memaksimalkan upaya pencegahannya ini. “Termasuk, diperlukannya sinergitas antar stakeholder. Mengapa? Ini agar permasalahan sosial penyalahgunaan narkotika ini dapat benar–benar teratasi secara tepat dan optimal,” tukasnya.

Untuk diketahui, BNNP Kaltara sejauh ini memang intens mengungkap peredaran narkotika bahkan bobotnya yang fantastis. Selama 2021 ada 35 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang digagalkan beredar hingga lintas provinsi. Jumlah tersebut dari pengungkapan 8 kasus. Terbesar pengungkapan sabu-sabu seberat 20 kilogram. Barang bukti itu meningkat dari tahun 2020 lalu yang mencapai 19 kilogram. (dni/fly)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan