Setelah melalui masa karantina beberapa hari di Rusunawa Nunukan Selatan. Ratusan pelajar penerima beasiswa repatriasi bakal melanjutkan perjalanan menuju sekolah pada Kamis (17/2). Koordinator Perlindungan dan Penempatan UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Arbain menyampaikan rombongan pelajar serta pendampingi sebanyak 151 orang terdiri dari 148 pelajar tiga orang guru pendamping.
Rencananya akan diberangkatkan ke daerah tujuan, pada Kamis (17/2). Sebelum pemberangkatan akan dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) kedua. “Kemarin tes sudah dilakukan. Hari ini keluar hasilnya. Bagi yang negatif diberangkatkan ke daerah tujuan sekolah. Sementara, yang dinyatakan positif maka harus kembali menjalani karantina sampai dinyatakan sembuh,” ucap Arbain, kepada Radar Tarakan, Rabu (16/2).
Kemudian, Kalimantan Selatan (Kalsel) yakni SMKN 1 Banjarbaru, SMKN 1 Martapura, SMKN 1 Murung Pudak, SMKN 2 Marabahan, SMKS Kodeco Batu Licin.
Para pelajar yang berangkat tidak mendapat pendampingan dari BP2MI Nunukan dan Disnakertrans Nunukan. Sebab, para pelajar sejak berangkat dari Tawau, Sabah, Malaysia telah mendapatkan pendampingan dari guru pendamping.
“Pelajar kita nantinya berangkat tanpa pendampingan dari BP2MI dan dari Pemkab Nunukan. Karena di daerah tujuan sudah ada yang menjemput dan sudah dikomunikasikan ketika mereka sudah akan berangkat,” jelasnya.