TANJUNG SELOR – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, meniadakan jam besuk bagi pasien. Berlaku sejak 24 Februari lalu, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 445/189/RSD-III/II/2022 tentang waktu berkunjung, skrining pasien dan pendamping pasien. Selain itu, dalam edaran tersebut juga tertuang beberapa poin yang jadi pertimbangan, Salah satunya angka kasus Covid-19 yang semakin meningkat.
Peniadaan pengunjung pasien dilakukan sebagai pencegahan dan mengantisipasi penyebaran meluas. Sehingga kebijakan tersebut pun dikeluarkan. Selanjutnya, skrining pasien rawat jalan hanya pemilihan tujuan spesialisasi dan kegawatan pasien.
Untuk pasien rawat inap dilakukan skrining dengan antigen. Penunggu pasien hanya satu orang diskrining antigen sesuai tarif yang berlaku di rumah sakit. Sebesar Rp 100 ribu untuk satu orang.
Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Sumarni menegaskan, pendamping pasien yang sedang rawat inap harus dalam kondisi sehat. Bebas dari gejala Covid-19 dan telah divaksin minimal dua kali. Pendamping pasien tidak boleh bergantian, kecuali dalam hal tertentu serta dapat dibuktikan.
“Pemberlakukan itu berlaku sejak ditetapkan sampai ada keputusan yang lain,” ujarnya, Jumat (25/2).
Sebelumnya, ada beberapa tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar Covid-19. Sebagian diantaranya sedang isolasi mandiri (Isoman). Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, rumah sakit telah mengambil langkah antisipasi. Misalnya dengan melakukan tracing bagi nakes, demi mengantisipasi penyebaran virus yang meluas.
“Hasil diskusi dengan Direktur rumah sakit. Bahwa upaya penangganan telah dilakukan melalui proses karantina mandiri,” terang Bupati, belum lama ini.
Dengan proses karantina mandiri, maka nakes perlu diistirahatkan. Agar tidak ada potensi penyebaran makin luas. Sehingga langkah karantina menjadi cara memutus rantai penyebaran.
Pantauan media di lapangan, kondisi rumah sakit terlihat sepi. Seperti untuk pelayanan, tempat tidur di ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) hanya beberapa pasien yang ditangani. Salah seorang dokter yang enggan namanya dikorankan mengaku, sebagian nakes isoman. Namun, untuk nakes yang bertugas belum bisa merincikan secara detail. Untuk melayani pasien, dokter tersebut terlihat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. (*/mts/uno)
Editor : uki-Berau Post