TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani menginisiasi pertemuan lintas sektoral dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Jumat pagi (8/7). Dalam pertemuan tersebut dihadiri Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya, Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar, Dandim 0903 Bulungan Kolonel Infanteri Akatoto, Ketua DPRD Bulungan Kilat, Kepala Pengadilan Negeri Tanjung Selor Jan Oktavianus dan Kejaksaan Negeri Bulungan Siju. Termasuk sejumlah warga Tanah Kuning-Mangkupadi.
Pertemuan yang terlaksana membahas prospek pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Menurut Syarwani, Forkopimda memiliki peran untuk mendorong percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Pembahasan lebih lanjut mengenai aspek legalitas pertanahan dan soal lahan. Dengan status tanam tumbuh dan sistem ganti untung,” terang Syarwani yang ditemui usai pertemuan.
Dikatakan Syarwani, status lahan yang dibahas masuk dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP). “Jadi ini belum ada kaitannya dengan PT KIPI. Karena, perusahaan ini bergerak di luar HGU dan perlu dituntaskan dengan masyarakat setempat,” jelasnya.
Dalam mengantisipasi broker, pemerintah daerah telah membentuk tim evaluasi percepatan investasi daerah. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya mencegah jika terjadinya mafia tanah.
“Kepada masyarakat di wilayah setempat, jika ada kepentingan menyangkut lahan dan tanam tumbuh, silakan berurusan langsung ke pihak perusahaan tanpa melewati perantara,” pesannya.
Bupati pun meminta Kepala Desa setempat agar memfasilitasi masyarakat yang ingin berkonsultasi dengan perusahaan. (*/mts/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria