Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Anak di Tarakan yang Keliaran di Jalan, Rata-Rata Putus Sekolah

izak-Indra Zakaria • Rabu, 8 Februari 2023 - 19:29 WIB
MASIH BERJUALAN : Hingga malam hari masih ditemukan aktivitas anak berjualan di beberapa titik jalan di Kota Tarakan.
MASIH BERJUALAN : Hingga malam hari masih ditemukan aktivitas anak berjualan di beberapa titik jalan di Kota Tarakan.

Maraknya aktivitas anak berjualan di Tarakan menjadi atensi khusus Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kaltara. Mengingat anak juga menjadi tanggung jawab pemerintah dalam menyiapkan regenerasi gemilang.

Selasa (7/2) pagi ORI Kaltara melakukan peninjauan lapangan dengan menyisir pusat keramaian dalam mencari anak berjualan pada jam sekolah. Sehingga ditemukan salah seorang anak berusia 13 tahun berjualan bensin botolan di Jalan Mulawarman.

Kepala Perwakilan ORI Kaltara, Maria Ulfa mengungkap sejumlah temuan setelah pemantauan langsung terhadap anak-anak yang berjualan di Tarakan. “Kami menemukan ada anak berjualan bensin botolan di Jalan Mulawarman. Kami sempat berbincang menanyakan identitas anak itu. Sebelumnya, kami mendapatkan informasi, bahwa hampir semua anak berjualan ini memang usia sekolah,” ujarnya, Selasa (7/2).

“Sebelumnya kami melakukan kunjungan di salah satu rumah anak berjualan di Jalan Gajah Mada. Cukup mengejutkan sang anak berstatus tidak sekolah, padahal usianya sudah memasuki usia sekolah. Sebelumnya mereka terkendala pada administrasi kependudukan, sehingga mereka tidak dapat bersekolah. Oleh karena itu, kami juga sempat mengingatkan upaya pemerintah dalam hal ini pernah mendatangi mereka,” terangnya.

Dikatakan, orang tua sebenarnya sangat menginginkan anaknya menambah ilmu pendidikan. Hanya, keterbatasan pengetahuan dan ekonomi, membuat orang tua sang anak belum dapat mewujudkannya. “Pertama kenapa anaknya tidak sekolah, kedua apakah ada semacam pembinaan karena anak ini kan usia sekolah. Namun pada kenyataannya tidak dapat sekolah. Oleh karena itu kami berharap ini bisa diupayakan secara komfrehensif. Tentunya anak orang tua ini sangat menginginkan untuk dibantu didaftarkan, bahkan dia berjanji melarang anaknya berjualan lagi jika dibantu untuk mendaftarkan anaknya,” tuturnya.

Dari pengakuan orang tua anak berjualan aktivitas berjualan ini merupakan kehendak sang anak. Kendati demikian, ia mengingatkan jika sang anak harus tetap bersekolah untuk menyiapkan masa depan. Selain itu, dalam kunjungan ke salah satu rumah anak berjuala, pihaknya menemukan selama ini orang tua sang anak belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. “Mereka sebenarnya tidak melarang anaknya berjualan. Namun karena tidak adanya aktifitas, maka orang tua anaknya ini meminta anaknya untuk berjualan. Informasi tambahan yang kami peroleh, bahwa orang tua ini belum pernah mendapatkan bantuan-bantuan, entah itu BLT atau pun bentuk bantuan sosial lainnya. Padahal identitasnya penduduk Kota Tarakan,” tuturnya.

“Setelah ini kami akan komunikasikan dengan Pemkot Tarakan, harapannya wali kota Tarakan dapat mengarahkan dinas terkait untuk memberi atensi atau tindaklanjut dalam menyelesaikan persoalan ini. Karena permasalahan ini dapat diselesaikan secara tuntas,” terangnya. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria