Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dugaan Pencemaran di Bunyu Seolah Diabaikan

izak-Indra Zakaria • 2023-04-03 10:04:25
SEOLAH DIABAIKAN : Dugaan pencemaran yanag terjadi di Bunyu seolah diabaikan, dimana warga berharap ada tindak lanjut untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
SEOLAH DIABAIKAN : Dugaan pencemaran yanag terjadi di Bunyu seolah diabaikan, dimana warga berharap ada tindak lanjut untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Perairan di Kecamatan Bunyu, Bulungan kembali tercemar. Diduga dari salah satu limbah perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Bunyu, Hariyono saat dikonfirmasi mengatakan, dugaan pencemaran ini bukan kali pertama terjadi. Pasalnya, setiap hujan turun limbah selalu mencemari lautan. “Tadi malam kan hujan. Jadi, limbah dari atas (daratan) itu turun sampai laut,” kata Hariyono kepada Radar Kaltara, Minggu (2/4).

Secara kasat mata, sambung  Hariyono, air laut di sekitar perairan Pulau Bunyu berubah warna menjadi cokelat. “Mulai tadi pagi, air laut berubah menjadi kecoklatan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini sudah biasa terjadi di Bunyu. Mirisnya, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kalau di sini (Bunyu) pencemaran itu sudah biasa terjadi dan belum ada penyelesaian dari pemerintah,” ujarnya. 

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan memang sudah melakukan pengambilan sampel. Namun, hanya di bagian darat, sementara di laut belum ada. “Kita kan mau tahu juga air laut ini apakah sudah tercemar atau tidak,” bebernya.

Untuk itu, warga berharap agar ada tindak lanjut dari pemerintah terhadap dugaan pencemaran tersebut. Apalagi, dampak pencemaran ini sangat luar biasa. “Sekarang ini nelayan lokal sulit untuk mencari cacing laut untuk umpan pancing, karena sepanjang bibir pantai sudah dipenuhi lumpur,” ujarnya.

Selain itu, dugaan pencemaran ini juga berdampak terhadap ekosistem laut. Oleh karenanya, pemerintah diminta untuk serius menyelesaikan permasalahan ini. “Saya sudah beberapa kali menyampaikan dugaan pencemaran ini kepada pemerintah. Tetapi, kita selalu diminta untuk membuat laporan. Hanya itu saja,” bebernya. 

Bahkan, persoalan ini juga sudah disampaikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (*)

Editor : izak-Indra Zakaria