Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jumat Agung Tampilkan Prosesi Tablo

uki-Berau Post • Minggu, 9 April 2023 - 02:58 WIB
PROSESI TABLO: Umat Katedral Santa Maria Assumpta Tanjung Selor peringati kematian Tuhan Yesus (Jumat Agung).
PROSESI TABLO: Umat Katedral Santa Maria Assumpta Tanjung Selor peringati kematian Tuhan Yesus (Jumat Agung).

TANJUNG SELOR - Umat Katedral Santa Maria Assumpta Tanjung Selor memperingati Kematian Tuhan Yesus atau biasa disebut Jumat Agung. Peringatan ini menjadi kesemptan bagi umat Katolik, untuk merenungkan penderitaan Yesus Kristus.

Seksi Katekese Dewan Paroki dan Pelaksana Eksekutif Serikat Pengembangan Iman KKI Keuskupan Tanjung Selor Yohanes Partono mengatakan, peringatan Kematian Tuhan Yesus merupakan perdana dilakukan setelah pandemi.

“Selama ini pemuda kita sempat vakum karena pandemi. Baru tahun ini mereka menggeliat untuk mengadakan drama dengan kisah sengsara Tuhan kita Yesus Kristus (Tablo),” jelas Partono, Jumat (7/4).

Pelaksanaan Tablo mengisahkan perjalanan dari awal. Dimana mulai dari pengadilan, penangkapan Tuhan Yesus Kristus di Taman Getsamani lalu diadili di zaman Pontius Pilatus.

Pada saat di pengadilan itu, Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati dengan disalib. “Walaupun jatuh bukan berarti tidak bangkit. Tetap bangkit karena di sana berjumpa dengan Veronika yang mengusap wajahnya. Kepedulian Veronika juga diartikan umat beriman terlibat dengan memandu salib dalam kehidupan,” bebernya.

Prosesi Tablo mengajak kembali kepada umat, bagaimana tantangan kehidupan sampai akhirnya Yesus bertemu Bunda Maria yang menunjukkan sosok keibuan. Betapa sedihnya melihat secara langsung yang dialami putranya. “Jika kita lihat dari tokoh-tokoh ini. Memang memiliki peranan dan menjadi simbol riil dalam kehidupan kita saat ini,” ujarnya.

Menurut dia, puncak rentetan pekan suci yang dimulai Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah, dan Pagi Minggu Perayaan Paskah.

Dalam pekan suci inilah, gereja bersama umat Allah. Menghayati berbagai peristiwa karya keselamatan, Minggu Palma Yesus disambut dengan arak-arakan sungguh meriah. Kamis Putih mengenang perjamuan terakhir Tuhan Yesus.  Keteladaanan Yesus membasuh kaki parah muridnya. Simbol ini diartikan, ketika Yesus wafat dikayu salib, pada Jumat Agung untuk menebus semua dosa dan memberi keselamatan bagi orang –orang berdosa dan orang lemah.

Peringatan Jumat Agung bermakna mengajak umat beriman, memberikan diri dalam kehidupan. Seperti berani berkorban, rendah hati dan siap menolong sesama. Sehingga manusia dapat menjadi saudara dengan yang lain.

Sementara Ketua OMK Katedral Santa Maria Assumpta Tanjung Selor Fean Putra menambahkan, untuk persiapan Tablo dilakukan selama sebulan lebih.

“Jumlah pemeran ada 50 peserta dan crew 5 orang. Semoga dengan adanya Tablo, anak-anak muda dan umat mendalami betapa besar cinta Tuhan kepada kita. Sehingga rela memberikan nyawanya dikayu salib. Dan mengalami pertobatan dan mau ikut ambil bagian dalam melayani Tuhan,” singkatnya. (*/ika/uno)

Editor : uki-Berau Post
#ragam