TANJUNG SELOR – Terjadinya kenaikan harga daging ayam di Bulungan, hal tersebut sangat dikeluhkan para pedagang. Apalagi, stok daging ayam biasanya para pedagang mengambil langsung ke peternak dari Berau, Kalimantan Timur.
Bahkan, berdasarkan Dinas Pertanian Bulungan, setiap harinya mendatangkan ayam hidup dari Berau mencapai 8 ribu ekor. Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan, Dinas Pertanian Bulungan Maritje, faktor naiknya daging ayam dikarenakan kurangnya peternak lokal di Bulungan.
“Dulu peternak ayam itu banyak. Namun sekarang berkurang, karena banyak yang bangkrut. Makanya, kita ambil dari luar daerah seperti Berau,” ungkapnya, belum alam ini.
Namun, Dinas Pertanian sedang mengupayakan agar stok ayam tetap terpenuhi. “Ada perusahaan swasta yang mau investasi dan bermitra. Kita akan menjaring peternak yang mau ikut bermitra dengan mereka. Nanti calon peternak hanya menyediakan kandang saja. Sedangkan pakan, bibit, tenaga penyuluh dan pemasaran, mereka yang lakukan,” jelasnya. (*/ika/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria