TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berusaha membangun kelestarian seni budaya yang ada saat ini.
Bahkan, menurut Bupati Bulungan Syarwani, perlu dibentuk pembinaan, pengembangan budaya dan kesenian serta koordinasi dengan Dewan Kesenian. Untuk memastikan lestarinya kearifan lokal budaya.
“Suka tidak suka kondisi Bulungan hari ini menjadi sebuah daerah yang terbuka. Tentu, kearifan lokal yang sudah ada harus dipastikan tetap lestari,” ujar Syarwani, Kamis (27/7).
Di era digitalisasi setiap kesenian perlu didokumentasi, agar dapat mempermudah masyarakat. Dalam menjangkau informasi mengenai kesenian daerah yang ada di Bulungan. Salah satu upaya Bulungan, dalam mengikuti perkembangan zaman yakni mengembangkan inovasi dengan sistem digitalisasi.
Dalam sistem tersebut, komunitas pecinta kesenian dan lembaga bisa menghimpun semua kesenian yang ada di Bulungan. Pihaknya berharap keberadaan Dewan Kesenian dapat mengembangkan kelestarian budaya tersebut. Mengingat, lembaga itu menjadi ujung tombak, dalam mengembangkan dan mengkoordinasi seni budaya.
“Dengan ada Dewan Kesenian, akan mampu menghimpun potensi kesenian. Baik yang berpotensi dengan kearifan lokal maupun kesenian baru yang ada di Bulungan,” harapnya.
Bupati pun berkeinginan kesenian bisa masuk menjadi bagian kurikulum yang bersifat ekstra di tingkat PAUD hingga SMA/SMK. Demikian juga dengan budaya lain, sangat perlu digunakan untuk mempromosikan berbagai macam kesenian.
“Tidak hanya mengandalkan kemampuan. Tapi, kalau ini didokumentasikan secara tertulis. Siapapun, yang melaksanakan akan sama persis apa yang dilakukan oleh orang sebelumnya,” jelasnya. (*/ika/uno)
Editor : uki-Berau Post