Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Teror Sampah Botol Plastik di Laut Nunukan, Ternyata Impor dari Malaysia

izak-Indra Zakaria • 2023-09-22 13:27:19
PELAMPUNG RUMPUT LAUT: Tidak sedikit sampah botol pelampung rumput laut mencemari wilayah pesisir pantai di Nunukan. FOTO: DOK RADAR TARAKAN
PELAMPUNG RUMPUT LAUT: Tidak sedikit sampah botol pelampung rumput laut mencemari wilayah pesisir pantai di Nunukan. FOTO: DOK RADAR TARAKAN

Impor botol bekas dari Malaysia juga terpantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan. DLH sendiri kewalahan menghadapi persoalan sampah botol plastik bekas pelampung rumput laut di wilayah pesisir.

Itu diungkap Sekretaris DLH Nunukan, Freddyanto Gromiko. Menurutnya, sampah botol plastik di wilayah pesisir, menjadi pekerjaan rumah pemerintah sampai saat ini. Terlebih, botol-botol terus didatangkan dari Malaysia.

Hal itu akhirnya menjadi perhatian. Dalam RPJMD selanjutnya, pihaknya akan memasukkan indikator pengelolaan sampah laut. “Ya, ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Sampah di laut itu, belum ada indikator pengelolaannya,” ujarnya ketika dikonfirmasi.

DLH Nunukan belum mengetahui limbah botol yang dihasilkan dalam sekali siklus panen rumput laut. Tetapi, jika melihat penambahan banyaknya pondasi rumput laut, juga penambahan pembudidaya, tentu saja kuota limbah botol bekas ikut meningkat. “Ya, kalau berapa total limbah atau sampah di laut, kami belum punya angka pasti,” tambahnya.

Di sisi lain, dari data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nunukan, tahun 2022 tercatat sampah botol bekas yang dihasilkan para pembudidaya rumput laut sekitar 25 ton sekali siklus panen.

Angka ini tentu harus menjadi tolok ukur dan perhatian lebih bagi pemerintah untuk segera melihat kasus ini lebih serius. Banyaknya limbah botol bekas di lautan, diakui Freddy, menjadi ancaman kesehatan dan eksistensi biota laut.

Terlebih, jika melihat kondisi pesisir Nunukan, limbah botol bekas bercampur dengan sampah-sampah yang sulit terurai, menjadi pemandangan kumuh yang memprihatinkan.

Bahkan saat ini, di sepanjang jalur laut Nunukan, kita disuguhkan dengan pemandangan banyaknya sampah botol plastik yang mengotori perairan. “Pada intinya itu saja tadi, di RPJMD selanjutnya, kita coba masukkan ya, untuk indikator pengelolaan sampah laut, semoga sesuai harapan nantinya,” beber Freddy. (raw/lim)

Editor : izak-Indra Zakaria