Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kaji Penyebab Banjir Malinau-Nunukan, Pemprov Kaltara Berharap Pusat

izak-Indra Zakaria • 2023-09-26 13:18:56
BANJIR MALINAU-NUNUKAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH: Banjir yang menimpa Malinau dan Nunukan disebut-sebut yang terbesar sepanjang sejarah banjir di kedua wilayah tersebut. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BANJIR MALINAU-NUNUKAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH: Banjir yang menimpa Malinau dan Nunukan disebut-sebut yang terbesar sepanjang sejarah banjir di kedua wilayah tersebut. FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

 Banjir besar yang melanda Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan sejak beberapa hari terakhir membawan kerugian di pada masyarakat di kedua wilayah tersebut. Lantas apa penyebab banjir di kedua wilayah tersebut?

Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H, M.Hum, menilai sejauh ini penyebab banjir lantaran meluapnya Sungai Mentarang dan beberapa sungai lain akibat intensitas hujan yang besar.

Ia mengakui jika Malinau dan beberapa kecamatan di Nunukan merupakan wilayah cukup rawan terhadap banjir. Namun demikian, pihaknya belum memastikan apakah terdapat faktor lain yang menyebabman luapan yang dimaksud.

“Memang informasi itu sempat saya terima dari atas Gunung Pandiangan kalau ini ada kiriman dari Malaysia. Nanti itu akan kami komunikasikan juga dengan negara tetangga jadi harus ada win-win solution. Karena banjir ini hampir tiap tahun terjadi dan banjir kali ini yang terparah,” terangnya, Sabtu (23/9).

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan koordinasi kepada pemangku kepentingan terkait dalam upaya mencegah banjir yang lebih besar.

“Yang jelas ini karena adanya luapan dari Sungai Mentarang dan Sesayap. Nanti kami akan melakukan pertemuan membahas ini secara khusus,” singkatnya.

 

Diketahui, banjir besar melanda lima kecamatan di Kabupaten Malinau yaitu Kecamatan Mentarang, Kecamatan Malinau Kota, Kecamatan Malinau Barat, dan Kecamatan Malinau Utara. Meski banjir berangsur surut, namun aktivitas masyarakat dan perekonomian setempat belum pulih.

Wakil Gubernur, Dr. Yansen TP, M.Si, berharap persoalan ini juga turut menjadi perhatian pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah melakukan upaya penanggulangan. Musibah ini cukup berdampak kepada banyak masyarakat pada 2 kabupaten di Kaltara.

“Karena banjir tidak hanya terjadi di Malinau, tetapi juga melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan, jadi ini sudah termasuk skala nasional. Terutama saat recovery nanti satu sampai dua minggu ke depan perlu menjadi perhatian semuanya, termasuk masa tanam petani di tahun ini sangat terganggu sekali,” tutur Yansen TP.

Fernandus Laga, warga RT 10 Malinau Hulu dan ratusan warga lainnya masih berada di pengungsian yang terletak di Stadion Utama Malinau. Ia dan ratusan warga lainnya belum dapat kembali lantaran air masih mengenangi beberapa titik kecamatan di Malinau.

“Sejak dari Jumat (22/9) itu ke pengungsian. Karena air sudah masuk ke rumah. Kami tidak bisa turun sendiri karena air cukup tinggi. Jadi kami dijemput perahu untuk dibawa ke posko pengungsian. Barang-barang semua tertinggal di rumah,” terangnya.

Dikatakan, akibat banjir pihaknya mengalami kerugian materiel dan imateriel. Walau begitu ia belum memastikan total kerugian yang ia alami. Ia berharap pemerintah dapat secepatnya melakukan penanganan pencegahan banjir agar masyarakat tidak merasakan musibah dari dampak lingkungan tersebut.

“Terendam semua barang elektronik seperti TV, kipas angin, kasur, kursi, peralatan dapur semua terendam. Temasuk hewan ternak kami seperti ayam mau tidak mau kami lepas daripada dia mati di dalam kandang. Ada juga yang mati sebelum saya buka kandangnya. Mudah-mudahan kita tinggal ayam saya bisa cari makan sendiri dan tidak diambil orang,” tukasnya.

“Selama saya tinggal di sini, ini memang paling parah. Karena sebelumnya tidak sampai naik ke rumah. Rumah kita kan rumah panggung itu masih juga air sampai naik,” pungkasnya. (zac/lim)

 

 
 
Editor : izak-Indra Zakaria