Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tren Memakai Kain Tradisional Indonesia

uki-Berau Post • 2023-10-04 20:10:37
AGAR BATIK KIAN POPULER: Hashifa Tsanianty Fitria Adhinata mengenakan batik di banyak kesempatan sehari-hari. Hashifa Tsanianty Fitria Adhinata duta Batik Jawa Timur 2022.
AGAR BATIK KIAN POPULER: Hashifa Tsanianty Fitria Adhinata mengenakan batik di banyak kesempatan sehari-hari. Hashifa Tsanianty Fitria Adhinata duta Batik Jawa Timur 2022.

Berbatik di banyak kesempatan keseharian, mengadakan challenge foto, hingga mendesain sendiri adalah sebagian cara Hashifa serta Supriyanto mempromosikan batik di kalangan segenerasi. Didukung tren anak-anak muda memadupadankan wastra.

 

LAILATUL FITRIANI, Surabaya

 

SETIAP Rabu datang, Hashifa Tsanianty Fitria Adhinata punya agenda tetap. Dia akan mengenakan batik untuk pergi ke kampus tempatnya menuntut ilmu: Universitas Negeri Yogyakarta.

Itu salah satu cara duta batik Jawa Timur tersebut untuk membiasakan diri memakai batik di keseharian. Tak harus menunggu acara tertentu, saat nongkrong pun dia mencoba memasukkan unsur batik ke pakaian yang dia kenakan. Seperti menjadikan kain batik obi belt dan blazer supaya mudah dipadupadankan dengan baju lain.

“Ini langkah kecil yang bisa aku lakukan untuk menunjukkan bahwa batik juga bisa di-mix and match agar terlihat kasual dipakai sehari-hari,” tuturnya kepada Jawa Pos Senin (2/10) lalu.

Setahun mengemban amanah sebagai Duta Batik Jawa Timur 2022, Hashifa mengaku banyak mendapat pengalaman baru. Di bawah naungan Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur, dia berkesempatan terlibat dalam berbagai acara seperti Canthing Jawi Wetan, Grebeg Batik, hingga Jambore Batik Jawa Timur Juli lalu.

“Dari sini aku sendiri juga jadi belajar membatik. Meski belum mahir karena perlu latihan rutin ya,” imbuh perempuan 20 tahun asal Ponorogo, Jawa Timur, itu.

Hashifa memiliki strategi tersendiri untuk mempromosikan batik. Khususnya batik asal daerahnya, Ponorogo. Berkat batik bermotif merak dan bunga asoka khas Ponorogo itu pula, Hashifa menjadi Top 10 Raki Busana Terbaik di ajang Raka Raki Jawa Timur 2022.

“Aku memanfaatkan suaraku untuk menyuarakan batik lebih luas lewat podcast salah satunya. Pernah bikin challenge (tantangan) post foto pakai batik di Instagram, yang ikut banyak banget. Simpel, tapi itu yang dekat dengan anak muda,” beber Wakil II Raki Jawa Timur 2022 tersebut.

Hal yang sama dilakukan Supriyanto. Duta Batik Favorit 2022 itu ingin mematahkan stigma batik pakaian kuno dengan mengenakannya tiap hang out. Teman-teman tongkrongannya pun jadi ikut tertular menggunakan.

Apalagi, saat ini lagi hype tren wastra Nusantara di kalangan anak muda. Yakni tren memakai kain wastra atau kain tradisional Indonesia dan mengombinasikannya dengan pakaian modern.

“Tren berkain wastra akan membuat eksistensi batik naik. Saya sangat mengapresiasi generasi muda yang menggunakan wastra Indonesia, khususnya batik,” ungkap pemuda 23 tahun asal Madiun, Jawa Timur, itu.

Kecintaannya pada batik sudah tumbuh sejak masih pelajar. Di bangku SMA dia mengikuti ekstrakurikuler membatik. Supriyanto juga sudah cukup sering membuat karya desain batik sendiri. Karya pertamanya kombinasi dari tema ngurawan, porang, dan merak.

Di ajang Raka Raki Jawa Timur 2022, Supriyanto berkesempatan unjuk karya desainnya. Saat sesi peragaan busana, dia memakai batik motif Parang Gabah Sinawur hasil karyanya selama satu bulan. “Idenya saya mengambil dari potensi yang ada di Kabupaten Madiun, dari kampung pesilat, gabah sinawur, dan juga parang,” ujar alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta itu.

Wawasan seputar batik memang sangat diperlukan di ajang Pemilihan Duta Batik Jawa Timur. Mulai jenis-jenisnya hingga cara pembuatannya. Meski calon duta batik tidak wajib jago membatik, setidaknya bisa dasarannya. “Kalau bisa akan jadi nilai plus. Jadi harus mulai belajar. Awalnya pasti susah, mencanting pun saya tidak rapi di awal belajar,” tuturnya.

Di Hari Batik Nasional Senin (2/10), Supriyanto dan Hashifa mengajak generasi muda untuk memakai, mencintai, dan melestarikan batik. Dengan begitu, industri batik tanah air juga bisa berkembang. “Saya harap adanya kami, para generasi muda, dapat menjadi jembatan antara para perajin batik dan masyarakat maupun pemerintah,” kata Hashifa. (*/c9/ttg/jpg/uno)

Editor : uki-Berau Post
#feature