Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Se- Kaltara, Tarakan Kasus HIV Terbanyak

izak-Indra Zakaria • Senin, 4 Desember 2023 - 16:03 WIB
Poster pencegahan HIV dipasang di Taman Sungai Kayan untuk mengedukasi masyarakat.
Poster pencegahan HIV dipasang di Taman Sungai Kayan untuk mengedukasi masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada tahun 2022 sebanyak 170 kasus. Tahun ini,  telah tercatat sebanyak 118 kasus.

Kota Tarakan masih menjadi daerah dengan kasus terbanyak HIV di Kaltara. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 52 kasus HIV di kota tersebut. Kepala Dinkes Kaltara, Usman mengatakan, kasus HIV masih terdapat di lima kabupaten/kota di Kaltara. Kondisi penyebaran kasus HIV saat ini terbanyak terjadi di wilayah Tarakan karena jumlah penduduk yang cukup tinggi. 

“Salah satu faktor yang memperparah penyebaran HIV di Kaltara adalah perkembangan provinsi yang menyebabkan bertambahnya jumlah pencari kerja,” kata Usman kepada Radar Kaltara belum lama ini.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinkes Kaltara melakukan skrining secara rutin untuk mendeteksi secara dini kasus HIV di Kaltara. Selain itu, Dinkes Kaltara juga memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam hal komunikasi, informasi dan edukasi (KEI) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV dan cara mencegah penyebarannya serta melakukan pengobatan dengan memberikan antiretroviral (ARV) kepada ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

“Pencegahan HIV merupakan tanggung jawab bersama dan bukan hanya dilakukan oleh pihak kesehatan saja. Setiap orang, baik individu maupun kelompok harus terlibat aktif dalam mencegah dan mengurangi penyebaran HIV,” ungkapnya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang HIV serta cara penanganannya. Dengan begitu, diharapkan dapat mengurangi kasus  dan membangun generasi yang sehat dan cerdas. “Kami juga melakukan pengobatan dengan memberikan antiretroviral (ARV),” bebernya.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup serta meminimalisir penyebaran virus tersebut. “Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kita tentang HIV/AIDS, dan ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS demi kesehatan dan kemajuan masyarakat di Kaltara,” ujarnya.

Dalam penyebaran HIV, ada empat kelompok yang berisiko tinggi. Keempat kelompok tersebut yaitu wanita pekerja seks (WPS), pria pekerja seks (PPS), lelaki seks lelaki (LSL) dan pengguna jarum suntik (IDU). Keempat kelompok ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi HIV jika dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya.

“Selain keempat kelompok tersebut, ibu hamil (bumil) juga dapat terinfeksi HIV baru. Melakukan tes HIV pada saat hamil sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan virus dari ibu kepada bayi yang dikandungnya. Jika si ibu terinfeksi HIV dan tidak diobati, risiko penularannya kepada bayi cukup tinggi,” ungkapnya.

Karena itu, faktor risiko tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran HIV. Penularan HIV dapat dicegah  dengan tidak melakukan seks bebas, menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak menggunakan narkoba suntik dan melakukan tes HIV secara berkala. “Pemberian edukasi dan informasi yang benar dan akurat tentang HIV dan cara pencegahannya juga dapat membantu masyarakat untuk menghindari risiko terinfeksi HIV,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : izak-Indra Zakaria