Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tingkatkan Konektivitas, Rute Baru Kapal Feri Tembus Sabah

izak-Indra Zakaria • 2023-12-22 09:57:07
RUTE BARU: Untuk pertama kali kapal feri MV Cattleya sadar di Pelabuhan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
RUTE BARU: Untuk pertama kali kapal feri MV Cattleya sadar di Pelabuhan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Rute baru kapal feri yang melayani Tanjung Silopo, Sulawesi Barat-Lahad Datu, Malaysia dibuka pada Rabu (20/12). Peresmian rute antara negara ini dilakukan Bupati Polewali Mandar, Sulawesi Barat bersama Setiausaha Hal Ehwal Dalam Negeri dan Penyelidikan (PHEDNP) Jabatan Ketua Menteri Negeri Sabah serta District Officer Lahad Datu.

Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KRI Tawau, Wiry Utomo menyampaikan, Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau melakukan peresmian pelayaran perdana kapal feri Tanjung Silopo-Lahad Datu menggunakan Kapal Feri MV Cattleya yang bertolak dari Tanjung Silopo, Polewali Mandar,  pada Senin (18/12) dan tiba di pelabuhan Lahad Datu pada Rabu (20/12) dengan membawa 93 penumpang yang terdiri dari para Pekerja  Migran Indonesia (PMI), pelaku usaha dan rombongan pejabat Pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.

“Pelayaran perdana kapal ferry tersebut mendapatkan sambutan positif dari Pemerintah Negeri Sabah maupun pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Polewali Mandar. Rute transportasi laut baru tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan konektivitas dan people-to-people contact antara Sulawesi Barat dan Sabah, Malaysia,” ucap Wiry Utomo, melalui release yang diterima Redaksi Radar Tarakan, Kamis (21/12).

Lanjutnya, mengingat banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi yang bekerja di sektor perkebunan di Negeri Sabah. Dan sebagai informasi, dari 170 ribu WNI yang bekerja di Sabah, mayoritas atau sekitar 70 persen bekerja sebagai peladang, yang sebagian di antaranya berada di daerah Lahad Datu dan sekitarnya.

“Konsul RI Tawau mengharapkan agar pembukaan rute pelayaran tersebut dapat membantu memberikan lebih banyak pilihan transportasi bagi para PMI asal Sulawesi Barat dan daerah sekitarnya. Sebagai informasi, selama ini rute pelayaran menuju Sulawesi yang kerap digunakan para WNI di Sabah adalah melalui jalur Nunukan dan Tarakan (Kalimantan Utara) untuk  kemudian melanjutkan dengan kapal ke daerah tujuan di Sulawesi,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap dengan meningkatnya konektivitas antar negara, dapat ikut membuka peluang-peluang lain, khususnya peluang ekonomi dan peningkatan ekonomi kedua daerah. Pelayaran ini tidak saja akan menguntungkan pekerja-pekerja Indonesia yang bekerja di Sabah.

“Tetapi juga akan membuka peluang-peluang kerja sama lainnya.  Tidak saja pada sektor transportasi, namun juga dapat membuka kerja sama peluang ekonomi, perdagangan maupun people-to-peole contact,” bebernya.

Karena itu, Konsul RI Tawau menambahkan agar pembukaan jalur pelayaran baru tersebut dapat diiringi dengan langkah-langkah keamanan yang sesuai guna mencegah terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan kejahatan lintas negara (Trans-National Crime) serta potensi ancaman bahaya lain.

Sementara, District Officer (DO) Lahad Datu selaku wakil dari pemerintah negeri Sabah, menyampaikan bahwa pelayaran rute Tanjung Silopo-Lahad Datu akan melayani sebanyak 2  kali dalam sebulan. Kemudian, akan dievaluasi selama 6 bulan ke depan.

Diharapkan rute pelayaran ini mendapatkan sambutan yang positif dari pengguna layanan, pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan untuk melanjutkan  pelayaran di masa seterusnya. Pembukaan rute pelayaran tersebut tidak hanya selaras dengan upaya penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia dalam hal konektivitas, namun juga dalam rangka kerja sama sub-regional BIMP-EAGA (Brunei DarussalamIndonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area).

“Peresmian pembukaan rute pelayaran juga dilakukan  acara malam jalinan kasih/mesra yang diselenggarakan oleh pemerintah Negeri Sabah, District Officer Lahad Datu, bertempat di kompleks Sukan/Olahraga Lahad Datu. Pada  acara tersebut, rombongan tim kesenian yang dibawa Pemprov Sulawesi Barat  dan Kabupaten Polewali Mandar turut menyemarakkan acara dengan tarian daerah  dan penyanyi dari Sulawesi Barat,” kisahnya.

Sambutan positif terhadap pembukaan jalur pelayaran baru tersebut juga  disampaikan oleh seorang WNI yang bekerja di Sabah, Basri. Pria yang merupakan PMI rencananya akan bekerja di perkebunan kelapa sawit di Kota Marudu, Kudat, Sabah, Malaysia.

“Kami menyambut positif pembukaan  pelayaran Tanjung Silopo-Lahad Datu ini, yang memudahkan perjalanannya ke  perantauan,” tutupnya. (akz/ana)

Editor : izak-Indra Zakaria