Pembangunan serta peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan hingga kini masih terus dilakukan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Utamanya di wilayah perbatasan dan pedalaman. Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang mengatakan, salah satu akses darat menuju ke wilayah perbatasan dan pedalaman yang menjadi atensi untuk segera diselesaikan itu adalah jalan penghubung dari Malinau ke Krayan, Nunukan.
“Insyaallah 2024 ini sudah fungsional. Ini kami akan bekerja sama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara untuk bisa menyelesaikan itu agar akhir 2024 ini sudah fungsional,” ujar Zainal kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Menurut mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kaltara itu, jika sudah fungsional akhir tahun ini, maka secara otomatis kendaraan roda empat sudah bisa melintas dengan aman dan nyaman dari Malinau ke Krayan dan sebaliknya.
“Jika jalan ini sudah tembus, tentu juga akan memberikan memberikan multiplayer efek, utamanya terhadap peningkatan ekonomi daerah dan ekonomi masyarakat,” sebut Zainal.
Zainal juga mengatakan, akses jalan darat penghubung ke Krayan itu sudah lama dinanti-nanti oleh masyarakat perbatasan negara Indonesia-Malaysia itu. Seban, selama ini masyarakat yang ingin ke kota hanya bisa menggunakan transportasi udara. “Jadi hanya naik pesawat perintis, karena runway yang ada di daerah perbatasan itu belum ada yang bisa didarati pesawat besar,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Yansen TP melakukan kunjungan ke wilayah perbatasan untuk melihat secara langsung kondisi dan progres dari pembangunan jalan Malinau-Krayan itu. “Saya menyusuri jalan perbatasan Malinau-Krayan. Saya mau lihat titik terberat dari pembangunan jalan ini,” kata Yansen.
Mantan Bupati Malinau dua periode ini mengatakan, berdasarkan pantauan secara langsung yang dilakukan olehnya di lapangan, salah satu titik tersulit atau terberat itu adalah gunung seribu yang ketinggiannya sekitar 2 ribu meter.
Menurutnya, persoalan ini memang kondisi riil yang dihadapi masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara ini dalam hal akses transportasi. Karena jalan darat yang belum optimal, sehingga akses yang diandalkan masyarakat di Krayan itu hanya transportasi udara. “Semoga akses jalan ini dapat segera operasional supaya masyarakat dapat semakin terbantu untuk bisa menata kehidupan mereka menjadi semakin membaik,” tutur Yansen. (iwk/har)
Editor : izak-Indra Zakaria