Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cekcok Saling Ejek Pacar, Perkelahian Siswa SMP Negeri 4 Tarakan Berakhir Damai

izak-Indra Zakaria • 2024-01-11 12:01:04
ilustrasi
ilustrasi

Beredar video pemukulan yang dilakukan remaja kepada siswa lain di media sosial menyita perhatian masyarakat. Pasalnya video itu sempat membuat geram masyarakat lantaran diduga hal itu merupakan aksi perundungan pada salah satu siswi.

Namun pada faktanya potongan video yang diduga perundungan tersebut merupakan bagian dari perkelahian remaja. Setelah viral, akhirnya pihak sekolah menggelar pertemuan dengan memanggil semua pihak yang terlibat pada kejadian tersebut. Selain itu mediasi tersebut juga melibatkan polres Tarakan dan Babinsa sebagai otoritas.

Kepala SMP Negeri 4 Tarakan, Supardji menerangkan, sebelumnya pihaknya tidak mengetahui dalam video yang beredar tersebut merupakan siswanya. Setelah mendapatkan informasi bahwa siswa tersebut merupakan siswa SMP Negeri 4, pihaknya langsung melakukan koordinasi semua tenaga pendidik untuk memediasi kejadian tersebut.

“Awal persoalan itu pada hari Senin (8/1) Kemarin kami baru dapat informasi dari kejadian antara siswa kelas 8 dengan kelas 9 berkelahi setelah pulang sekolah. Karena masih pulang sekolah otomatis ini masih tanggung jawab sekolah. Tadi pagi, kami koordinasi dengan guru BK, dengan wali kelas, kesiswaan, kami panggil untuk menghubungi semua orang tua siswa,” ujarnya, Rabu (10/1).

“Alhamdulillah, setelah itu kami berkoordinasi dengan Babinsa dan Kamtibmas mulai tadi malam sampai saat ini. Yang bersangkutan itu tidak ada tanda-tanda dampak kesehatan dari perkelahian itu. Sehingga hari ini bisa kita putuskan jika ada barangkali mungkin harus berobat di rumah sakit, pihak sekolah akan menanggung biayanya,” sambungnya.

Kejadian tersebut terjadi saat sepulang sekolah. Namun demikian, pihaknya tetap bertanggung jawab atas kejadian ini lantaran siswa masih menggunakan seragam sekolah saat berkelahi. Ia menyesalkan perbuatan siswa mencoreng nama sekolah. Kendati demikian, ia memastikan jika kedua bela pihak telah berdamai. 

“Meski perkelahian itu terjadi saat pulang sekolah, tetapi kami dari pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian ini. Seandainya siswi ini waktu istirahat menceritakan ini mau berbicara kepada bapak-ibu guru, kemungkinan hal ini tidak akan terjadi. Ternyata anak kita ini menyelesaikan masalahnya sendiri,” terangnya.

“Penyebabnya terus terang saja karena mereka saling olok pacar masing-masing. Biasa lah, anak kita ini masuk usia masa puber. Padahal pihak sekolah selalu menekankan kepada siswa agar fokus belajar. Untuk sanksi dari sekolah pasti ada. Kalau mereka mengulangi lagi kemungkinan kami tidak akan naikan kelas. Kalau kelas 9 kami tidak akan luluskan,” lanjutnya.

Kedua orang tua siswa juga telah menandatangani pernyataan akan siap menerima konsekuensi jika sang anak kembali mengulangi perbuatannya. Lanjutnya, jika kedua siswa mengulanginya maka pihaknya akan memberi sanksi berat kepada siswa tersebut.

“Karena salah satu syarat kenaikan kelas dan kelulusan, pasti akhlak harus baik. Mudah-mudahan para siswa ini bisa berubah dan menjadikan ini pelajaran ke depannya. Kami juga meminta orangtua untuk pro aktif memberikan perhatian kepada anaknya di rumah. Kalau di sekolah tanggung jawab bapak-ibu guru kalau di rumah tanggung jawab orang tua,” tuturnya.

Kasat Binmas Polres Tarakan AKP Budi Santoso menerangkan, jika potongan. Video tersebut sebenarnya merupakan sebuah perkelahian yang bermula dari adanya saling ejek antar siswa. Setelah saling ejek salah satu siswa berinisial M melakukan pemukulan pada siswa J pada Senin (8/1). Tak terima dipukuli, J kemudian esok harinya J menantang M berkelahi pada Selasa (9/1) siang setelah pulang sekolah. Mendapat tantangan tersebut akhirnya M menerima tantangan tersebut dan perkelahian tak dapat terhindarkan.

“Setelah mendengar adanya perkelahian melalui media sosial, kami langsung melakukan penelusuran. Setelah mendapatkan informasi perkelahian tersebut berasal dari salah satu SMP Negeri di Kota Tarakan. Kami langsung mengkonfirmasi pihak sekolah dan akhirnya pihak sekolah akan mengelar mediasi kepada siswa yang terlibat,” ungkapnya.

“Jadi untuk orang tua dari murid itu sendiri sudah dihadirkan. Sebenarnya ini persoalan perkelahian bulan perundungan. Ini murni perkelahian, tapi saat divideo itu salah satu siswa sudah tidak melakukan perlawanan sehingga terlihat seperti perundungan.

Kronologinya mereka saling olok pacar masing-masing. Adik J yang dipukuli dalam video itu memukul duluan sebanyak 3 kali kepada adik M di kepalanya. Tapi adik M ini tidak membalas,” lanjutnya.

“Setelah pemukulan itu, M ini mengechat J untuk menantang berkelahi setelah pulang sekolah. Akhirnya pesan itu diterima oleh J. Dan akhirnya mereka berkelahi setelah pulang sekolah. Awal persoalannya hari Senin, kemudian perkelahiannya itu hari Selasa siang sepulang sekolah, viral pada hari ini. Dan akhirnya setelah mediasi dilakukan kedua pihak sepakat berdamai dan tidak akan saling menuntut,” pungkasnya. (zac/lim)

Editor : izak-Indra Zakaria