Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ada Lima Bendungan di Sungai Kayan, Bendungan Satu Masuk Proses Pengalihan Alur Sungai

Azwar Halim • Senin, 26 Februari 2024 - 19:00 WIB
Tampak lokasi rencana pembanguan bendungan satu di PLTA Sungai Kayan.
Tampak lokasi rencana pembanguan bendungan satu di PLTA Sungai Kayan.

 

 Proyek pembangunan bendungan satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso diproyeksikan mulai commercial operation date (COD) pada 2027. Hal itu disampaikan Manajer Operasional PT. Kayan Hydro Energy (KHE), Khaeroni.

Kepada Radar Kaltara, Khaeroni mengatakan, saat ini di bendungan satu sedang dilakukan pekerjaan diversion channel atau pengalihan alur sungai pada bendungan satu. "Pekerjaan  diversion channel ini sudah dimulai empat sampai lima bulan lalu," kata Khaeroni kepada Radar Kaltara.

Pekerjaan diversion channel, sambung Khaeroni, merupakan bagian awal dari pembangunan konstruksi bendungan satu dan memegang peranan vital dalam pelaksanaan proyek tersebut. "Diversion channel ini kunci utama. Setelah selesai dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi bendungan," ungkapnya. 

Secara keseluruhan, ada lima bendungan yang akan dibangun secara bertahap. Untuk bendungan satu diproyeksikan akan menghasilkan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 900 megawatt (MW), bendungan dua 1.200 MW, bendungan tiga 1.800 MW, bendungan empat 1.800 MW dan bendungan lima 3.300 MW.

"Kemungkinan, 2027 bendungan satu telah mencapai commercial operation date. Paling lambat 2028," ujarnya. Nantinya, pembangunan bendungan satu akan berjalan paralel dengan pekerjaan bendungan dua. Sementara pembangunan keseluruhan lima bendungan diprediksi akan memakan waktu hingga tahun 2035.

"Untuk pekerjaan lima bendungan diproyeksikan akan memakan waktu hingga 2035. Sebab, untuk membangun satu bendungan membutuhkan waktu 4-5 tahun," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani berharap proyek ini dapat dilaksanakan dengan baik dan benar. Sehingga, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan perekonomian. Melalui pemenuhan kebutuhan listrik yang meningkat, dibarengi dengan pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja, proyek ini akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

"Proyek pembangunan bendungan di Sungai Kayan sangat penting bagi penyediaan energi dan pembangunan ekonomi," ungkapnya.

Namun, pelaksanaan proyek ini harus dilakukan dengan cermat dan pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa proyek ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat dan perekonomian  secara keseluruhan.

"Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penyediaan listrik di Indonesia, mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, serta mendukung pembangunan ekonomi di kawasan tersebut," pungkasnya. (jai/har)

Editor : Indra Zakaria
#PLTA Sungai Kayan