TANJUNG SELOR–Ketersediaan air bersih kerap jadi masalah karena kondisi kekeringan yang sering terjadi. Salah satu upaya Pemprov Kaltara untuk mengatasinya adalah dengan teknologi desalinasi.
Teknologi desalinasi mengubah air asin menjadi air tawar sedang dipertimbangkan sebagai jawaban atas krisis yang terjadi di Kaltara. Penata Kelola Penanaman Modal, Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Rahman Putrayani menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan Pemprov Kaltara.
Terdapat salah satu investor yang telah menunjukkan minat dalam proyek ini. Dengan penjajakan aktif yang sedang berlangsung. Desalinasi menjadi pilihan yang ditawarkan investor kepada Pemprov Kaltara.
“Fokus utama saat ini di Kabupaten Nunukan, yang direncanakan menjadi lokasi pertama implementasi teknologi desalinasi,” jelasnya, Selasa (12/3).
Kondisi kekeringan yang kerap melanda daerah ini, menjadikan desalinasi sebagai pilihan yang sangat dibutuhkan. Proyek ini tidak hanya terbatas pada Nunukan saja. Bahkan ada rencana untuk memperluas program ke Tarakan, jika kesepakatan dapat dicapai.
“Saat ini, Nunukan menjadi prioritas dengan komunikasi dan perencanaan yang telah dilakukan selama Kaltara Investment Forum,” ujarnya.
Teknologi desalinasi memerlukan pertimbangan cermat, terutama dalam hal distribusi air dan perhitungan break-even point (BEP). Meskipun nilai investasi masih dalam tahap perhitungan, diperkirakan akan mencapai miliaran rupiah.
Sebelumnya, solusi yang ditawarkan adalah transmisi air bersih melalui pipa dari sungai ke Pulau Nunukan. Namun, investor menawarkan hal lain. Dengan adanya teknologi desalinasi yang lebih canggih, hal tersebut pun disarankan oleh para investor sebagai solusi utama.
“Pengalaman investor di negara lain dengan teknologi serupa mendorong untuk mencoba menerapkannya di Nunukan. Dengan potensi mengatasi masalah air bersih yang mendesak, desalinasi menjanjikan bagi warga Nunukan dan sekitarnya,” ujarnya. (fai/uno/kpg/kri/k8)
Editor : Indra Zakaria