"Jadi hasil dari patroli, kita mengamankan sebanyak 11 unit sepeda motor, kemudian juga membawa anak anak remaja sebanyak 8 orang anak, beserta alat permainan perang sarung (sarung dan batu) ke Mapolsek Nunukan," ujar Karyadi ketika dikonfirmasi, Sabtu (16/3).
Karyadi mengaku, pada saat tim Patroli Perintis Sabhara melaksanakan patroli, anak anak remaja tersebut telah selesai melakukan permainan perang sarung.
Anak anak remaja tersebut, setelah di kumpulkan di Mapolsek Nunukan, mereka pun diberikan pembinaan dan edukasi. Orang tua mereka juga dipanggil dan diimbau agar ikut berperan serta mengawasi kegiatan anak anaknya, supaya tidak terlibat dalam kegiatan yang tidak berfaedah apalagi menimbulkan gangguan Kamtibmas dan tindak kriminalitas.
Sementara terhadap motor- motor yang telah diamankan, ditahan sementara di Pos Lantas Alun alun Nunukan.
"Saat patroli, personel juga mengimbau kepada para remaja yang diduga akan melakukan balapan lari di jalan wilayah lapter atau depan Champions Futsal, karena kegiatan mereka dilakukan di tengah jalan raya, sebenarnya itu berpotensi mengganggu pengendara lain dan juga lalu lintas jalan," tambah Karyadi.
Menurut Karyadi, kegiatan para remaja tersebut merupakan fenomena trend pada masa bulan Ramadan, bahkan itu dimulai dari sehabis tarawih sampai dengan menjelang waktu makan sahur / subuh dan setelah salat subuh.
Untuk itu Polres Nunukan bersama jajaran pun, akan selalu melaksanakan patroli patroli dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat secara persuasif, agar pada momen bulan Ramadan, dalam situasi yang aman, damai dan kondusif. (raw/har)