Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Di Tarakan, Produksi Sampah Meningkat, Rencana Pengolahan Pirolisis

Radar Tarakan • 2024-05-01 10:30:00
TPA Juata Kerikil, Tarakan.
TPA Juata Kerikil, Tarakan.

 

Semakin bertambahnya penduduk dan aktivitas di Kota Tarakan, menimbulkan meningkatnya jumlah produksi sampah setiap harinya. Sehingga dengan kondisi tersebut membuat pemerintah cukup kewalahan dalam melakukan pengelolaan sampah secara maksimal.

Meski saat ini Kota Tarakan telah meresmikan adanya tempat pemrosesan akhir (TPA) baru, namun hal tersebut belum dapat bisa difungsikan secara maksimal.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Pengendalian Bahan dan LB3, Edhy Pujianto menerangkan saat ini pemerintah memang masih menggunakan TPA Hake Babu dalam membantu pengelolaan sampah TPA Juata Kerikil yang belum dapat digunakan secara maksimal. Dikatakan, hal itu lantaran masih terbatasnya fasilitas terutama akses menuju TPA yang belum memadai.

"Untuk kondisi TPA Hake Babu, memang kondisinya sudah sangat memprihatikan yah karena memang sejak 10 tahun lalu, TPA tersebut sebenarnya sudah harus pindah. Karena apa, kapasitasnya sudah over dan terkendala oleh lahan, maka Pemerintah Kota melakukan pembebasan lahan akhirnya terakhir tahun 2023,sudah ada lahan di Juata Kerikil, kurang lebih seluas 49,2 hektare untuk TPA pengganti yang ada di TPA Hake Babu," ujarnya, Senin (29/4).

"Kemudian di lahan TPA baru, pemerintah juga tidak kurang usaha sebenarnya 10 tahun lalu sudah diusahakan. Bahkan 2017 sudah dimulai pembangunan di Juata Laut. Tetapi karena satu kendala nontekhnis akhirnya dibatalkan bahkan sudah ada di pusat dananya, sehingga dialihkan pada lahan alternatif yang ada yang sekarang sudah jadi TPA," sambungnya.

Dikatakannya, meski TPA Juata Kerikil sudah beroperasi, namun pusat pengolahan sampah masih terpusat di TPA Hake Babu. Oleh sebab itu berbagai alat berat masih ditempatkan di TPA Hake Babu hingga fasilitas TPA Juata Kerikil rampung sepenuhnya.

"Selesai sekitar 50-an hektar yang bersama fasumnya, tapi kalau lahannya 49,2 hektar itu clear di tahun 2022. Sehingga 2023 fisik turun dari teman-teman di PU menyelesaikan fisik awal ini sudah jadi dan siap digunakan. Hanya, memang untuk TPA baru, fasilitas pendukung belum lengkap. Belum ada kelistrikan yang masuk ke situ, jalan akses juga kita masih terkendala, sehingga kita paham truk armada kita banyak yang uzur sehingga resiko kerusakan cukup besar," katanya.

"Saya dengar anggarannya di PU sudah ada sehingga kami harapkan optimalisasi TPA yang baru sudah bisa dilakukan dengan segala keterbatasannya. Cuma karena alat berat difokuskan di TPA lama, sehingga sampah yang ada di sana terbatas untuk menampungnya. Tetapi sekali lagi kita butuh solusi radikal untuk menyelesaikan persoalan sampah ini, jadi sampah tidak sekadar kumpul, angkut, buang, tapi memang harus diolah dulu," ungkapnya.

Saat disinggung mengenai jumlah TPS3R yang dinilai tidak belum maksimal menanggani sampah secara masyarakat, ia mengakui jika saat ini jumlah TPS3R belum ideal. Kendati begitu, telah mengeluarkan schedule untuk menuju menerapkan pengolahan sampah menggunakan metode pirolisis dalam menekan volume sampah.

Diketahui, pirolisis atau biasa disebut thermolisis adalah proses dekomposisi kimia dengan menggunakan pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Proses pirolisis menghasilkan produk berupa bahan bakar padat yaitu karbon, cairan berupa campuran tar dan beberapa zat lainnya.

"Alhamdulillah kita sudah memiliki banyak TPS3R, walaupun belum secara optimal dalam sisi jumlah dan pengelolaannya. Tapi itu sangat mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Dan harapan kami ke depan, ini yang kami kembangkan. Bahkan, kami sudah membuat rencana sampai tahun 2025 yaitu terkait pengolahan sampah metode pirolisis seperti yang diterapkan di Banyumas cukup luar biasa, sampah yang masuk ke TPA hanya 10 persen," tuturnya.

"Walaupun kapasitasnya hanya 50 ton perhari, tapi dengan produksi sampah kita 197 ton perhari dengan rata-rata 156 ton yang masuk ke TPA. Sehingga paling tidak kelak yang masuk ke TPA hanya tinggal 100-an ton per hari dan ini tentunya sangat membantu kinerja kita."terangnya. (zac/lim)

 

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria