"Tugu Lemlai Suri akan kita tinggikan menjadi 24 meter," ungkapnya. Diharapkan dengan adanya revitalisasi ini dapat menambah semangat bersama dalam melakukan percepatan pembangunan di daerah. "Saya berharap proyek revitalisasi ini dapat berjalan dengan lancar," harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bulungan, Adriani menambahkan, proyek revitalisasi dikerjakan selama 240 hari kalender. Untuk pekerjaan fisik dilakukan secara menyeluruh. "Tetapi, kita tidak merubah bentuk aslinya," bebernya.
Nantinya, Tugu Lemlai Suri akan ditinggikan dari 18 meter menjadi 24 meter. Sementara, ikon telur pecah akan diganti dari material beton menjadi perunggu. Namun, untuk struktur bawah dipastikan tetap menggunakan beton.
"Untuk material perunggu, kita pesan dari luar, karena disini (Bulungan) tidak ada bahan meterial seperti itu. Insyaallah, dalam waktu dekat ini kita akan pesan," ungkapnya.
Selain itu, posisi Tugu Lemlai Suri juga akan dirubah, karena tidak sejajar dengan median jalan. Oleh karena itu, dilakukan pergeseran posisi ke sisi kiri.
"Yang jelas kita tidak akan merubah bentuk awal, karena memiliki sejarah," bebernya.
Selama pelaksanaan proyek, DPRKP Bulungan mengaku telah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Bulungan untuk pengalihan jalur. "Dari Jalan Sengkawit menuju Jelarai Selor tetap satu jalur," ungkapnya.
Begitupun jalur dari Jelarai Selor menuju Jalan Sengkawit. Sedangkan, akses dari Jalan Serindit menuju Jelarai Selor harus putar balik di depan Hutan Kota Bunda Hayati. "Kita optimistis pekerjaan tuntas sesuai kontrak. Semoga, tidak ada halangan selama proses pekerjaan, diharapkan agar hasil dari revitalisasi Tugu Lemlai Suri dapat menjadi kebanggaan masyarakat Bulungan," pungkasnya. (jai/har)