Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pantau Warga Buang Sampah Sembarangan, Pemkot Tarakan Rencana Pasang CCTV

Radar Tarakan • Senin, 22 Juli 2024 - 00:15 WIB
Dr. Bustan Pj Wali Kota Tarakan FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Dr. Bustan Pj Wali Kota Tarakan FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

Sebagai ikon wisata Kota Tarakan, Pantai Amal merupakan salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi masyarakat jelang akhir pekan.

Selain itu Pantai Amal juga kerap menjadi tujuan wisatawan luar daerah saat berkunjung ke Kota Tarakan. Namun demikian, hingga saat persoalan sampah di Pantai Amal masih menjadi masalah yang belum teruraikan. 

Meski kegiatan bersih-bersih pantai kerap dilakukan, namun hal itu tetap sulit membuat Pantai Amal terbebas dari sampah.

Pj Wali Kota Tarakan, Dr. Bustan mengungkapkan, sulitnya mengatasi sampah di Pantai Amal tidak terlepas dari minimnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.Sehingga kata dia, berbagai upaya pernah dilakukan namun hal tersebut sepertinya belum memberikan dampak besar lantaran kurangnya kepedulian sebagian masyarakat menjaga kebersihan.

Sehingga untuk mengatasi persoalan sampah di pantai Amal, pihaknya berencana memasang CCTV untuk mencegah sebagaian masyarakat membuang sampah.

"Seperti kita ketahui sampah di Pantai Amal ini sepertinya tidak ada habisnya, sudah cukup sering kita melakukan bersih-bersih pantai tapi setelah itu oknum masyarakat kembali membuang sampah.

Saya sudah ngomong dengan Lurah dan camat apakah bisa di Pantai Amal ini dipasang CCTV di beberapa titik, supaya kita bisa memonitor Pantai Amal sekaligus menjaga keamanan," ujarnya, Jumat (19/7).

"Saya kira dengan adanya CCTV ini bisa mencegah orang membuang sampah di pantai, makanya kelurahan dan kecamatan gencar mengimbau ke petani rumput laut untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang botol bekasnya ke laut. Apalagi sampah plastik ini kan membutuhkan waktu cukup lama untuk terurai," sambungnya. Sebagian besar sampah yang dibuang di Pantai Amal merupakan sampah plastik khususnya plastik kemasan dan botol bekas.

Sehingga sampah tersebut diyakini berasal dari aktivitas pertanian rumput laut yang dibuang di pantai. Sehingga ia mengimbau kepada petani rumput laut dan pengunjung pantai Amal agar tidak membuang sampahnya di pantai. "Selain merusak lingkungan juga untuk mencegah kita dari bencana. Alam itu juga punya rasa kalau kita tidak menjaganya alam akan marah.

Selain itu Pantai Amal merupakan ikon wisata kota Tarakan, tentu kita akan malu kalau orang dari luar datang ke sini lihat pantai kita kotor. Kalau bukan kita sebagai warga Kota Tarakan yang menjaganya siapa lagi," urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kaltara, Rukhi Syayahudin menerangkan, sejauh ini aktivitas pertanian rumput laut berkembang cukup pesat di Kaltara dan menjadi salah satu industri pertanian terbesar yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.

 

Namun demikian, aktivitas pertanian rumput laut menimbulkan persoalan tersendiri yakni persoalan lingkungan.

Namun ia mengakui sebagian besar petani rumput laut belum bertanggung jawab atas limbah botol plastik dari aktivitasnya, sehingga hal ini menimbulkan persoalan bagi ekosistem laut.

"Kita patut mengapresiasi pertanian rumput laut berkembang cukup pesat di Kaltara, dan industri rumput laut menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat terbesar.

Tapi di sisi lain, ada Persoalan serius pada limbah botol plastik yang dihasilkan. Saya melihat sejauh ini masih cukup banyak petani yang tidak mengelola limbah botol plastiknya. Akhirnya dibuang begitu saja sehingga mencemari laut," katanya.

Lanjutnya, limbah botol plastik tidak hanya merusak ekosistem laut saja, namun juga mempengaruhi kualitas hasil panen rumput laut itu sendiri yang pada akhirnya berdampak pada anjloknya harga.

 

Sehingga menurutnya, kesadaran petani dalam mengelola limbah botol plastik amat penting guna menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas dari hasil panen rumput laut.

"Kami sejauh ini sering mengingatkan para petani agar membuang botol plastiknya di penampungan sampah, tapi sampai hari ini masih saja dibuang ke laut. membuang limbahnya ke penampungan sampah," jelasnya. (zac/lim)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria
#Pantai Amal