Dijelaskan, berdasarkan data peta sebaran titik panas di Kaltara per 17 September 2024 dimulai pukul 00.00 hingga 23.00 Wita, terdapat 35 titik panas di Kabupaten Bulungan, lima titik di Kabupaten Malinau dan dua titik di Kabupaten Nunukan dengan tingkat kepercayaan level sedang.
"Untuk kondisi cuaca per hari ini, Stasiun Meteorologi Tanjung Selor berdasarkan pengamatan terjadi perubahan jarak pandang enam kilometer dengan kondisi cuaca cerah, berubah pada pukul 06.00 Wita menjadi berasap dengan jarak pandang dua kilometer," ujarnya.
Sementara berdasarkan pengalaman dari Stasiun Meteorologi Tarakan terjadi perubahan jarak pandang dari lima kilometer dengan kondisi cuaca cerah, berubah pada pukul 07.00 Wita menjadi berasap dengan jarak pandang dua kilometer.
Kemudian di Nunukan berdasarkan pengamatan terjadi perubahan jarak pandang dari lima kilometer menurun menjadi dua kilometer dengan kondisi cuaca berasap pada pukul 10.30 Wita.
Kalau Malinau pengamatan pukul 11.30 Wita jarak pandang dari enam kilometer dengan kondisi cuaca cerah berawan. "Begitu juga untuk Stasiun Meteorologi Yuvai Semaring Long Bawan berdasarkan pengamatan hingga jam 10.00 Wita jarak pandang di lima kilometer dan kondisi cuaca udara kabur," bebernya.
Saat ini pergerakan arah angin dominan di Kaltara bertiup dari arah tenggara menuju Barat Daya. Sehingga, kabut asap yang diduga berasal dari karhutla. Dengan kondisi saat ini kabut asap yang terjadi masih terbilang aman dari jarang pandang standar.
"Untuk penerbangan saat ini berjalan seperti biasa. Sementara, transportasi laut, kami imbauan masyarakat untuk berhati-hati karena jarak pandang rendah. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa menyebabkan terjadinya karhutla," jelasnya. (akz/lim)