Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang serempak terlaksana di seluruh sekolah Indonesia tetap berlanjut selama Ramadan, tak terkecuali di Kota Tarakan.
Perubahan menu MBG menjadi pembeda program ini, Sebelum Ramadan menu yang disajikan berupa makanan berat seperti nasi, ayam goreng, sayur dan buah. Sedangkan selama Ramadan menu berubah menjadi makanan ringan seperti roti, buah kurma, rambutan, telur rebus dan susu.
"Menunya berbeda menyesuaikan dengan bulan puasa, dialihkan dari menu makan siang jadi menu berbuka puasa," terang Dwi Indah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum (Wakakur) SMA Negeri 3 Tarakan, Senin (10/3).
Dwi menjelaskan, menu yang tersaji selama ramadan tidak tetap atau berubah-ubah, sehingga ada variasi agar siswa tidak bosan. "Yang diubah biasanya buah dan susu, kemarin buah duku dan susu energen, hari ini buah rambutan dan susu milo, sedangkan roti, kurma dan telur rebus itu wajib," terangnya.
Kabarnya menu ringan ini akan bertahan hingga 20 Maret, sebelum siswa libur dalam rangka Hari Raya Idulfitri. Dalam perubahan menu selama Ramadan ini, dikatakan anggaran per porsinya tetap sama, yaitu Rp 10 ribu per anak.
"Kalau dari menunya ini tetap 10 ribu sih, telur kan lumayan harganya, susu juga, cuma memang kelihatan biasa karena menyesuaikan dengan bulan puasa," jelasnya.
Salah seorang siswa SMA Negeri 3 Tarakan, Revi mengungkapkan, perubahan menu MBG ini tidak menjadi masalah karena bukan untuk dimakan di sekolah, tapi di bawa pulang untuk berbuka puasa. "Memang gak sekenyang biasanya yang ada nasinya, tapi gak masalah karena ini buat takjil buka puasa," ujarnya.
MBG sendiri masih konsisten berjalan dari semenjak program ini dijalankan pertama kali di seluruh sekolah Kecamatan Tarakan Utara, namun belum ada tanda-tanda pengembangan ke daerah kecamatan lainnya. (*wld/)
Editor : Indra Zakaria