Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Waspada Cuaca Ekstrem: Dua Kabupaten di Kaltara Ajukan Status Siaga Bencana Banjir

Redaksi Prokal • 2026-01-10 12:45:00
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang mengakibatkan terjadinya banjir. (HRK)
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang mengakibatkan terjadinya banjir. (HRK)

 

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meningkatkan level kewaspadaan seiring dengan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prakiraan cuaca, intensitas hujan dengan kategori sedang hingga tinggi diprediksi masih akan mengguyur sejumlah wilayah di Kaltara hingga Februari mendatang, yang meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa, mengungkapkan bahwa situasi ini telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Saat ini, tercatat dua kabupaten telah secara resmi mengajukan status siaga bencana menyusul kejadian banjir yang melanda Kecamatan Sekatak di Kabupaten Bulungan dan Kecamatan Sembakung di Kabupaten Nunukan. Selain dua wilayah tersebut, potensi kerawanan juga dilaporkan muncul di Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, hingga Kota Tarakan.

Meskipun kondisi genangan air di Kecamatan Sekatak dilaporkan sudah mulai berangsur surut, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan adanya persoalan struktural yang masih menghantui. Daya tampung sungai yang terbatas serta masalah pendangkalan pada drainase utama dinilai menjadi faktor pemicu utama yang dapat menyebabkan banjir berulang apabila hujan lebat kembali turun dalam waktu dekat.

Sementara itu, untuk wilayah Sembakung, pemerintah kabupaten telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan kajian cepat di lapangan. Hasil kajian ini akan menjadi dasar penentu apakah status wilayah tersebut tetap pada level siaga bencana atau harus ditingkatkan menjadi tanggap darurat, tergantung pada eskalasi risiko dan kondisi terkini masyarakat terdampak.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, BPBD Kaltara kini fokus mendorong penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana). Langkah ini dilakukan dengan mengaktifkan kembali kesiapsiagaan berbasis komunitas, terutama di desa-desa yang berada di zona rawan banjir. Dengan penguatan ini, diharapkan masyarakat memiliki kemampuan mandiri untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan awal sebelum bantuan dari tim SAR atau pemerintah tiba di lokasi.(*)

Editor : Indra Zakaria