TANA TIDUNG – Upaya Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah perbatasan membuahkan hasil manis. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menyetujui usulan insentif khusus bagi dokter spesialis yang bertugas di Bumi Upun Taka, sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung, H. Sarif, mengungkapkan bahwa dukungan dari pemerintah pusat ini mengalir deras sejak akhir tahun 2025. Seluruh usulan tunjangan yang diajukan pemerintah daerah telah mendapatkan lampu hijau dari Kemenkes.
Dengan persetujuan ini, para dokter spesialis di RSUD Akhmad Berahim mendapatkan "tunjangan ganda". Selain menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dari APBD Tana Tidung, mereka juga berhak atas insentif khusus dari APBN melalui program Kemenkes.
“Kalau dari pemerintah daerah, tunjangan melalui TPP itu berkisar antara Rp21 juta hingga Rp22 juta. Sementara dari Kementerian Kesehatan, insentif khusus untuk dokter spesialis di wilayah 3T bisa mencapai Rp30 juta per bulan,” jelas H. Sarif. Dengan demikian total pendapatan dokter bisa mencapai Rp50 juta per bulan.
Kabar baik lainnya, jumlah dokter spesialis yang bertugas di KTT juga terus bertambah. Jika tahun lalu hanya ada tiga dokter spesialis (radiologi, gigi, dan obgyn), tahun ini jumlahnya meningkat menjadi lima orang dengan hadirnya spesialis anak dan penyakit dalam.
Lengkapnya tenaga ahli ini berdampak instan pada operasional rumah sakit. Saat ini, layanan operasi telah berjalan normal berkat dukungan dokter anestesi dan dokter bedah. Poli bedah pun dilaporkan sudah aktif melayani pasien.
H. Sarif menambahkan bahwa penguatan SDM dan kesejahteraan dokter ini merupakan bagian dari persiapan besar operasional Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Tana Tidung. Langkah ini diharapkan menjadi solusi permanen agar akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat pelosok semakin setara dengan wilayah perkotaan.
“Harapan kami, dengan tunjangan yang kompetitif ini, layanan semakin meningkat dan pasien yang bisa ditangani di daerah sendiri jauh lebih banyak. Semua ini tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Tana Tidung,” pungkasnya.(*)
Editor : Indra Zakaria