Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pemprov Kaltara Rancang 5 Ruas Jalan Strategis untuk Buka Isolasi Perbatasan Apau Kayan

Redaksi Prokal • 2026-01-26 12:00:00
INFRASTRUKTUR: Kondisi akses jalan Apau Kayan-Mahulu beberapa waktu lalu. FOTO: ISTIMEWA
INFRASTRUKTUR: Kondisi akses jalan Apau Kayan-Mahulu beberapa waktu lalu. FOTO: ISTIMEWA

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kini tengah fokus menyusun rencana besar pembangunan infrastruktur jalan di kawasan perbatasan Apau Kayan, Kabupaten Malinau. Langkah ini diambil untuk memastikan wilayah beranda depan negara tersebut tidak lagi terisolasi dan memiliki konektivitas yang layak guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menekankan bahwa Apau Kayan memiliki posisi yang sangat strategis, baik dari sisi kedaulatan negara maupun potensi pengembangan sektor pertanian, pariwisata, dan energi terbarukan. Menurutnya, akses jalan yang memadai adalah kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Dalam rencana yang tengah disusun, Pemprov Kaltara memetakan lima ruas jalan utama. Di Kecamatan Kayan Hulu, pembangunan akan menyasar ruas Jalan Sei Jelarai hingga Sei Kihan, serta jalur yang menghubungkan Desa Long Payau menuju Long Ampung. Selain itu, terdapat pula perencanaan jalan dari Desa Long Temuyat menuju Lubak Ungai yang diproyeksikan untuk mendukung akses ke objek wisata air terjun.

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Kayan Selatan, fokus pembangunan terletak pada jalur penghubung antara Desa Long Ampung dan Desa Long Uro. Di Kecamatan Kayan Hilir, pemerintah merencanakan pembangunan jalan strategis dari Long Top menuju Long Sule yang nantinya akan tersambung hingga batas wilayah Kalimantan Timur.

Ingkong Ala menjelaskan bahwa proyek infrastruktur ini juga disiapkan sebagai fondasi pendukung rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) Apau Kayan serta sarana penunjang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Dengan terbukanya akses jalan ini, diharapkan distribusi logistik menjadi lebih mudah dan potensi pariwisata perbatasan dapat dikelola dengan lebih maksimal.

Pemerintah Provinsi berharap proses pembahasan mengenai status dan fungsi jalan ini segera rampung agar proyek tersebut dapat masuk ke dalam skala prioritas pembangunan nasional dan daerah dalam waktu dekat. (*)

Editor : Indra Zakaria