Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kaltara Bebas Desa Sangat Tertinggal: Gubernur Zainal Targetkan Nol Desa Tertinggal di 2027

Redaksi Prokal • 2026-01-29 13:30:00
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum. (DIPA/RADAR TARAKAN)
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum. (DIPA/RADAR TARAKAN)

 

PROKAL.CO- Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mencatatkan lompatan besar dalam pembangunan daerah pedesaan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, provinsi termuda di Indonesia ini berhasil menghapus sepenuhnya status Desa Sangat Tertinggal. Tak hanya itu, jumlah desa dengan status tertinggal pun menyusut drastis dari sebelumnya 200 lebih, kini hanya menyisakan 60 desa saja.

Pencapaian gemilang ini disampaikan Gubernur usai menghadiri peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 yang digelar di Desa Wisata Pulau Sapi, Kabupaten Malinau, Rabu (28/1). Gubernur Zainal menyatakan optimismenya bahwa Kaltara akan segera menyapu bersih sisa desa tertinggal menjadi desa berkembang, maju, hingga mandiri.

“Dari 200 sekian desa tertinggal, sekarang tinggal 60 desa saja. Mudah-mudahan pada ulang tahun berikutnya sudah tidak ada lagi desa tertinggal, dan desa mandiri semakin bertambah,” ujar Zainal dengan nada optimistis.

Menurutnya, kunci utama dari transformasi cepat ini adalah keberanian aparat desa dalam melakukan inovasi. Pemerintah daerah melihat berbagai terobosan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat akar rumput menjadi motor penggerak utama. Prestasi ini bahkan telah diakui di level nasional melalui berbagai penghargaan yang diraih oleh sejumlah desa di Kaltara.

Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada Desa Pulau Sapi di Malinau. Sebagai desa wisata unggulan, Pulau Sapi dinilai konsisten melakukan perubahan wajah desa yang semakin tertata dan indah setiap tahunnya. Langkah ini dianggap sebagai contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri dan berdaya saing dengan memaksimalkan potensi lokal untuk menarik wisatawan.

Keberhasilan menekan angka desa tertinggal ini menjadi bukti nyata bahwa strategi pembangunan di Kalimantan Utara berjalan secara terencana, terukur, dan tervalidasi. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan agar seluruh desa di Kaltara dapat mencapai status mandiri demi kesejahteraan masyarakat yang merata. (dsip)

Editor : Indra Zakaria