TARAKAN – Masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan, terus merasakan cuaca panas ekstrem pada akhir Januari 2026. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara maksimum harian di wilayah ini telah menyentuh angka 34 hingga 35 derajat Celsius, yang mengakibatkan kondisi cuaca terasa sangat menyengat terutama pada siang hari.
Prakirawan Cuaca BMKG Tarakan, Hatta Rachim, menjelaskan bahwa fenomena suhu tinggi ini dipicu oleh minimnya gangguan atmosfer di wilayah Kalimantan Utara. Saat ini, tidak terpantau adanya aktivitas signifikan dari fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) maupun pembentukan konvergensi massa udara yang biasanya memicu pertumbuhan awan hujan. Tanpa adanya penghalang berupa awan, penyinaran matahari pun berlangsung lebih optimal sehingga suhu permukaan meningkat drastis di atas kondisi normal.
Meskipun sempat terjadi hujan pada pagi hari, Hatta menyebut hal tersebut merupakan dampak dari akumulasi suhu tinggi dalam beberapa hari terakhir yang mempercepat penguapan air ke atmosfer. Selain itu, adanya bibit siklon di wilayah selatan Indonesia turut menarik massa udara dari Kalimantan Utara menuju ke arah selatan, sehingga pertumbuhan awan hujan justru terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian bawah.
Kondisi cuaca panas yang berkepanjangan ini mulai berdampak pada lingkungan dengan munculnya sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Utara. Penurunan kelembapan udara dan kondisi lahan yang semakin kering meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan, terutama di area dengan vegetasi yang mudah terbakar. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana karhutla.
Meski demikian, suhu panas ini diprediksi tidak akan bertahan lama karena adanya potensi perubahan pola cuaca regional yang akan meningkatkan pembentukan awan dalam beberapa hari ke depan. Sebagai langkah antisipasi, warga diharapkan tetap menjaga kondisi kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, memperbanyak minum air putih, serta membatasi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan saat terik matahari berada pada puncaknya. (*)
Editor : Indra Zakaria