TANJUNG SELOR – Posisi geografis Kalimantan Utara (Kaltara) yang berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia, menjadi atensi serius dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara kini memperkuat sistem "Deteksi Dini, Cegah Dini, dan Lapor Dini" untuk menangkal masuknya paham radikal dan ekstremisme di wilayah serambi negara.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kaltara, Rano Liling, mengungkapkan bahwa fokus utama instansinya pada tahun 2026 adalah merampungkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE). Regulasi ini akan menjadi payung hukum sekaligus panduan teknis kolaborasi lintas sektor dalam memantau jalur perlintasan orang di wilayah perbatasan.
"Draf Pergub tersebut saat ini sudah berada di Biro Hukum Setprov Kaltara. Kami sedang menyelaraskannya dengan Perpres baru terkait penanggulangan ekstremisme yang juga tengah berproses di tingkat pusat," ujar Rano kepada Radar Kaltara, Selasa (3/2/2026).
Rano menekankan bahwa penanganan radikalisme di wilayah seluas Kaltara tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi. Kesbangpol terus menjalin kemitraan strategis dengan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) sebagai perpanjangan tangan BNPT di daerah. Kedepannya, Pergub RAN PE akan mengatur pembentukan kelompok kerja (Pokja) yang melibatkan Komite Intelijen Daerah, kementerian, lembaga, hingga pemerintah kabupaten/kota.
"Kami harus naik satu tingkat, bukan lagi sekadar koordinasi, melainkan kolaborasi nyata. Wilayah perbatasan adalah jalur keluar masuknya orang yang sangat dinamis, sehingga kewaspadaan menyeluruh terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) menjadi harga mati," tegasnya.
Selain menyiapkan regulasi baru, Kesbangpol memastikan program-program pencegahan yang telah berjalan sejak 2025 tetap dilanjutkan. Pendekatan persuasif dan sosialisasi kepada masyarakat di garda terdepan perbatasan tetap menjadi senjata utama dalam membendung pengaruh ideologi yang menyimpang di Bumi Benuanta. (jai/lim)
Editor : Indra Zakaria