NUNUKAN – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh curhatan memilukan seorang anak guru di SD 001 Sebatik Tengah. Unggahan tersebut mengungkap dugaan perlakuan tidak manusiawi dan intimidasi yang dialami ibunya, Halimah, seorang tenaga pendidik senior, yang diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah setempat.
Kisah tragis ini viral setelah akun Sakinah_innah08 membagikan penderitaan sang ibu yang seolah dikucilkan di lingkungan kerjanya sendiri. Dalam unggahan tersebut, diungkapkan bahwa Halimah dilarang memasuki ruang guru dan dipaksa untuk beristirahat di perpustakaan tanpa fasilitas yang memadai. Lebih mengejutkan lagi, sang anak mengungkap adanya tindakan kekerasan fisik yang dialami ibunya, di mana oknum kepala sekolah tersebut diduga sempat melempar kursi dan sekop sampah ke arah Halimah.
Selain tekanan mental dan fisik, kebijakan sepihak pimpinan sekolah juga diduga berujung pada kerugian materiil yang signifikan. Oknum kepala sekolah disebut menolak memberikan tanda tangan untuk kelengkapan berkas administrasi. Akibat penolakan tersebut, tunjangan sertifikasi yang menjadi hak Halimah selama satu tahun dengan nilai sekitar Rp45 juta rupiah tidak dapat dicairkan, menjadi pukulan berat bagi sang guru yang telah lama mendedikasikan waktunya untuk mengajar.
Di akhir curhatannya, sang anak memperlihatkan foto sang ibu yang sedang mendapatkan perawatan medis, yang diduga akibat tekanan psikis dan fisik yang dialaminya selama mengabdi. Kalimat menyentuh "Mama maafkan anakmu, sesabar itukah mama" mengiringi potret tersebut, yang langsung memicu simpati luas sekaligus kemarahan publik terhadap tindakan semena-mena di lingkungan pendidikan.
Menanggapi kejadian ini, beragam dukungan terus mengalir dari warganet. Banyak pihak mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan untuk segera turun tangan melakukan investigasi mendalam terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan tindakan kekerasan di sekolah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali bagi tenaga pendidik lainnya.
Editor : Indra Zakaria