TARAKAN – Wajah Pelabuhan Malundung Tarakan berubah drastis pada Rabu (25/3). Ribuan pemudik yang kembali dari kampung halaman tampak memadati dermaga, menandai puncak arus balik Lebaran 2026. Data terbaru dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan mencatat lonjakan signifikan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Aktivitas kedatangan penumpang dari berbagai penjuru Kalimantan Utara hingga luar pulau terpantau meningkat tajam, menciptakan geliat mobilitas yang luar biasa di pintu gerbang laut Bumi Paguntaka tersebut.
Kepala KSOP Tarakan, Stanislaus Wembly Wetik, mengungkapkan bahwa fenomena "ledakan" penumpang ini sudah masuk dalam radar prediksi pihaknya. Jika pada arus balik 2025 tercatat sekitar 2.750 orang yang tiba, tahun ini angkanya melesat hingga menyentuh angka 3.200 penumpang.
“Pada puncak arus balik tanggal 25 Maret 2026, kami mencatat jumlah penumpang yang datang mencapai sekitar 3.200 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 2.700-an penumpang,” ujar Wembly saat memberikan keterangan, Kamis (26/3).
Menurutnya, tren kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor krusial, mulai dari bertambahnya frekuensi pelayaran hingga tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi laut dari wilayah Nunukan, Tanjung Selor, dan daerah lainnya di Kaltara.
Selain faktor armada, kondisi alam juga memberikan restu bagi kelancaran arus balik tahun ini. Cuaca yang relatif kondusif membuat jadwal sandar kapal di Pelabuhan Malundung berjalan presisi tanpa adanya penundaan yang berarti.
“Secara umum, arus balik tahun ini berjalan lancar. Tak ada penumpukan yang berarti karena kami sudah melakukan antisipasi sejak awal, baik dari sisi pelayanan maupun pengaturan jadwal kapal,” ungkapnya dengan nada optimis.
Strategi antisipatif seperti penambahan personel pengawasan di lapangan hingga pengaturan alur naik-turun penumpang terbukti efektif meredam potensi kekacauan di tengah kerumunan massa. Kenaikan jumlah penumpang ini tidak hanya dilihat sebagai angka statistik belaka, namun juga menjadi indikator pulihnya konektivitas dan aktivitas ekonomi antarwilayah di Kalimantan Utara pascapandemi dan libur panjang.
Sebagai langkah penutup, KSOP Tarakan berkomitmen untuk tidak berpuas diri. Evaluasi menyeluruh terhadap rangkaian angkutan Lebaran tahun ini akan segera dilakukan guna menyusun skema pelayanan yang lebih baik di masa depan.
“Kami akan evaluasi seluruh rangkaian angkutan Lebaran, termasuk puncak arus balik ini, agar ke depan pelayanan di Pelabuhan Malundung bisa semakin optimal,” tutup Wembly. (*)
Editor : Indra Zakaria