Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tarakan Darurat Predator: Teror Buaya Merambah Empat Kelurahan, Warga Bantaran Sungai Diminta Siaga

Redaksi Prokal • Senin, 30 Maret 2026 - 17:02 WIB

HEWAN BERBAHAYA: Salah satu proses evakuasi buaya oleh Animal Rescue PMK Tarakan beberapa waktu lalu.
HEWAN BERBAHAYA: Salah satu proses evakuasi buaya oleh Animal Rescue PMK Tarakan beberapa waktu lalu.

TARAKAN – Kehadiran predator berdarah dingin di jantung Kota Tarakan kian meresahkan. Dalam satu tahun terakhir, kemunculan buaya di area permukiman bukan lagi sekadar isapan jempol. Setidaknya empat wilayah, mulai dari Kelurahan Mamburungan, Karang Harapan, Selumit Pantai, hingga yang terbaru di RT 15 Karang Rejo, telah melaporkan penampakan reptil raksasa ini di aliran sungai yang bersinggungan langsung dengan aktivitas harian warga.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Tarakan, Irwan, menegaskan bahwa fenomena ini menuntut kewaspadaan tingkat tinggi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan bantaran sungai. Mengingat banyaknya warga yang masih memanfaatkan air sungai dan laut untuk kebutuhan sehari-hari, edukasi mengenai risiko serangan satwa liar ini menjadi langkah krusial yang harus disebarluaskan guna mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Saat ini beberapa sungai di Tarakan telah terdeteksi menjadi jalur perlintasan buaya. Pemerintah tentu berupaya menjamin keselamatan warga, namun kami juga harus bertindak sesuai dengan ranah kewenangan yang ada," ujar Irwan pada Minggu (29/3).

Hingga kini, pihak PMK belum dapat memastikan secara pasti dari mana asal muasal buaya-buaya tersebut. Ada dugaan kuat bahwa satwa ini melakukan migrasi atau berpindah dari habitat aslinya akibat kerusakan ekosistem atau berkurangnya sumber makanan di alam liar. Namun, Irwan menekankan satu hal yang pasti: sungai di tengah permukiman seharusnya steril dari satwa berbahaya. Jika keberadaan mereka dibiarkan begitu saja, dikhawatirkan buaya-buaya tersebut akan berkembang biak dan menciptakan populasi baru yang jauh lebih mengancam.

"Kami tidak bisa membiarkan kondisi ini berlarut-larut. Ada kemungkinan mereka berkembang biak jika terus menetap di sana. Karena itu, sekecil apa pun penampakan yang terlihat, sebaiknya segera dilaporkan agar dapat segera ditangani sebelum situasi menjadi lebih berbahaya," tegasnya. Untuk sementara, warga diminta membatasi aktivitas di pinggir air, terutama pada waktu-waktu rawan saat predator tersebut cenderung lebih aktif menampakkan diri. (*)

Editor : Indra Zakaria